Rusunawa ISID


adalah sebuah asrama masa depanku yang kini telah kutiggali. Tepat 11 Mei yang lalu aku berhijrah dari kediamanku yang lama ke tempat yang penuh pertimbangan. Karena perpindahan ini akan menimbulkan dua kemungkinan, yang pertama akan lebih baik dan yang kedua tak lebih baik atau bahkan lebih buruk dari kediamanku yang lama. Secara otomatis, perpindahan ini akan menimbulkan masa-masa transisi yang harus didasari oleh ketekunan dan kesabaran karena harus memulai dari setengah perjalananku. Banyak hal yang harus aku adaptasikan, salah satunya air belum mengalir, lampu-lampu banyak yang belum menyala bahkan hingga saat ini yang hamper sebulan aku tempati, dapur, masjid dan tempat kuliahku yang semakin menjauh dan membuat sebagian penduduk kampus enggan menghampirinya. Selain itu, akan ada dua kehidupan yang berbeda antara penghuni Rusunawa dan kediaman lama.

tapi setelah sekian lama tinggal di rusunawa, Alhamdulillah tak ada sesuatu yang membuatku bosan. Aku merasa sudah sangat cukup dengan segala fasilitas yang ada. Walaupun tidak semuanya memadai, tapi cukuplah dengan harga 5o ribu /bulan bagiku itu sudah lebih dari cukup. Untuk dapur, diperkirakan tidak akan dimulai pada tahun ini. Melihat dari beberapa factor yang ada, akan lebih efektif jikalau dimulai tahun depan dengan generasi baru dan semangat yang baru lagi. Aduh, capek nih, kapan-kapan kita lanjut lagi ya..
Wassalam

0 Response to "Rusunawa ISID"

Post a Comment