Manajemen Hubungan Masyarakat


Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada dan terjadi disekeliling proses pendidikan itu berlangsung yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuh tumbuhan dan benda benda mati. Keempat kelompok benda benda lingkungan pendidikan itu ikut berperan dalam rangka usaha setiap siswa/ mahasiswa mengembangkan dirinya. Tetapi manajemen pendidikan menaruh perhatiannya terutama kepada lingkungan yang berwujud manusia yaitu masyarakat.
Perhatian manajement pendidikan kepada masyarakat terpusat kepada kelompok manusia atau masyarakat lingkungannya karena masyarakatlah yang bisa diajak berbicara tentang hal hal yang menyangkut tentang pendidikan termasuk putra putri mereka yang akan menglami proses jenjang pendidikan di dalam sekolah.
Pada kesempatan kali ini pemakalah akan mencoba untuk membahas tentang hubungan manajemen pendidikan dengan masyarakat, mengapa manajemen menangani masyarakat, dan apakah hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat?

PEMBAHASAN
Pengertian Management ialah proses mengintegrasikan sumber sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan. Yang dimaksud sumber disini ialah mencakup orang orang, alat alat, media, bahan bahan, uang dan sarana, semuanya dikoordinasikan agar terpusat dalam rangka menyelesaikan tujuan .
Pengertian Pendidikan adalah merupakan suatu usaha dan kegiatan yang berproses melalui tahap tahap dan tingkatan tingkatan. Tujuan pendidikan bukanlah suatu benda yang berbentuk tetap dan statis, tetapi ia merupakan suatu keseluruhan dari kepribadian seseorang berkenaan dengan seluruh aspek kehidupannya di masyarakat , dan pendidikan berisi tentang sikap, tingkah laku pribadi masyarakat, menuju kesejahteraan hidup perorangan dan bermasyarakat .
Pengertian Masyarakat sekelompok kumpulan manusia atau lingkungan yang berwujud manusia .
Dengan demikian jelaslah bahwa lembaga pendidikan itu bukanlah badan / lembaga yang berdiri sendiri dalam membina pertumbuhan dan perkembangan putra putri bangsa, melainkan ia merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat yang luas. Ia sebagai system terbuka yang selalu mengadakan kerja sama dengan warga masyarakat lainnya, secara bersama sama membangun di bidang pendidikan.
A. Mengapa Manajemen Pendidikan Menangani Masyarakat.
Organisasi pendidikan adalah merupakan suatu sistem yang terbuka. Sebagai system terbuka berarti lembaga pendidikan selalu mengadakan kontak dengan lingkungannya. Konsep ini bisa dicocokkan dengan praktek praktek pendidikan yang telah terjadi, sekolah yang tidak punya nama baik di mata masyarakat dan akhirnya mati, adalah sekolah yang tidak dapat memberikan hubungan baik dengan masyarakat pendukungnya. Dengan berbagai sebab masyarakat tidak mau menyekolahkan putra putri mereka kesekolah itu, yang membuat sekolah itu tidak dapat siswa.
Sebaliknya sekolah yang mampu mengadakan kontak hubungan dengan masyarakatnya akan bisa bertahan lama, bahkan mungkin bertambah maju dan berkembang. Walaupun pada awalnya sekolah ini belum banyak memiliki fasilitas, dana masih kecil, dan lain sebagainya, namun karena kemampuan manajernya mendekati para dermawan, orang orang yang berpengaruh, orang orang yang cinta akan pendidikan dan disertai dengan himbauan himbauannya yang memikat dan rasional, maka sekolah itu bisa bertahan lama bahkan mungkin akan semakin berkembang dan maju. Masyarakat akan berbondong bondong memasukkan putranya kesekolah itu, kini sekolah itu menjadi besar dan maju .
B. Hubungan Lembaga Pendidikan Dengan Masyarakat.
Ada hubungan saling memberi dan saling menerima antar lembaga pendidikan dengan masyarakat sekitarnya. Lembaga pendidikan merealisasi apa yang dicita citakan oleh warga masyarakat tentang pengembangan putra putri mereka. Hampir tidak ada orang tua siswa/ mahasiswa yang mampu membina sendiri putra putri mereka untuk dapat tumbuh dan berkembang secara total, integrative , dan optimal seperti yang dicita citakan oleh bangsa Indonesia. itulah sebabnya lembaga pendidikan mengambil alih tugas ini. Lembaga Pendidikan memberikan sesuatu yang berharga kepada masyarakat.
Disamping layanan terhadap masyarakat berupa pendidikan dan pengajaran terhadap putra putri warga masyarakat lembaga pendidikan juga menyediakan diri sebagai agen pembaru atau mercu penerang bagi masyarakat. Banyak hal baru yang bermanfaat bagi masyarakat bersumber dari lembaga pendidikan di samping dari sumber sumber lain. Pemanfaatan ampas tebu menjadi pupuk, cara memelihara ternak, cara memberantas hama, penemuan penemuan teknik sederhana untuk pedesaan, dan sebagainya adalah contoh contoh realisasi lembaga pendidikan sebagai agen pembaharuan.
Fungsi layanan itu tidak hanya terbatas kepada pemberian pendidikan dan pengajaran kepada putra warga masyarakat, tetapi juga melayani aspirasi daerah daerah lain yang tidak sama yang membuat masing masing daerah memiliki kebutuhan sendiri sendiri. Kebutuhan daerah industri misalnya tidak sama dengan kebutuhan daerah pertanian, tidak sama juga dengan daerah pariwisata dan sebagainya. Itulah yang bisa diberikan oleh lembaga pendidikan kepada masyarakat. Sebaliknya masyarakat juga memberikan sesuatu yang tidak kalah pentingnya daripada pemberian lembaga pendidikan kepadanya.
Selanjutnya dengan mengadakan kontak hubungan dengan masyarakat memudahkan organisasi pendidikan itu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi lingkungannya. Lembaga pendidikan lebih mudah menempatkan dirinya dimasyarakat dalam artian dapat diterima sebagai bagian dari milik warga masyarakat, lembaga pendidikan dapat mengikuti arus dinamika masyarakat lingkungannya.
Hubungan kerja sama dengan masyarakat mengikuti perubahan perubahan lingkungan dengan pendekatan situasional memungkinkan lembaga itu tetap berdiri sebab ia berada dalam hidup bersama masyarakat dan sekaligus menjadi penerang atau innovator bagi masyarakat, inilah yang harus diusahakan oleh para manager pendidikan .
Hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat
Sebagai lembaga yang berfungsi sebagai agen pembaharuan terhadap masyarakatnya, ia selalu mengikutsertakan masyarakatnya agar pekerjaannya menjadi lebih efektif. Setiap aktivitas yang pendidikan terutama yang bersifat inovatif sepatutnya dikomunikasikan terlebih dahulu kepada warga masyarakat atau orang tua. Agar mereka sebagai penggung jawab salah satu lembaga, tahu dan memahami mengapa aktifitas itu diadakan. Pemahaman ini akan menghindarkan suasana tegang pada lingkungan belajar, yaitu lembaga pendidikan dan masyarakat sekitarnya. Seperti dilakukan oleh beberapa sekolah dalam menentukan besar sumbangan pembangunan gedung misalnya, selalu didahului oleh komunikasi antara sekolah dengan para orang tua wali disertai dengan deskrepsi kegunannya.
Komunikasi dan kerjasama yang baik dapat membuat pandangan masyarakat yang keliru tentang guru atau dosen menjadi lurus atau benar. Bahwa guru atau dosen tidak hanya mengajar dikelas sajah tapi mendidik mereka juga demi kepentingan yang dididik dan yang diajar dan bahwa tidak benar mereka mendapatkan nafkah dengan cuma cuma pada setiap penerimaan siswa atau mahasiswa baru, kalaupun ada hal ini merupakan tanggung jawab pribadi yang tidak banyak jumlahnya.
Secara terinci manfaat hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat adalah sebagai berikut (Made Pidarta, 1986, h. 361).
Manfaat hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat
Bagi Lembaga Pendidikan Bagi Masyarakat

1. Mempermudah memperbaiki Pendidikan
2. Memperbesar usaha meningkatkan professi pengajar
3. Konsep masyarakat tentang guru/ dosen menjadi benar
4. Mendapat koreksi dari masyarakat
5. Memudahkan meminta bantuan dari masyarakat
6. Memudahkan pemanfaatan nara sumber
7. Mendapat dukungan Moral dari masyarakat

1. Mengetahui hal hal persekolahan dan inovasinya.
2. Kebutuhan kebutuhan masyarakat tentang pendidikan lebih mudah untuk diwujudkan
3. Menyalurkan kebutuhan ber- partisipasi dalam pendidikan
4. Melakukan usul usul terhadap lembaga pendidikan

C. Partisipasi Masyarakat Dalam Pendidikan Di Sekolah / Perguruan Tinggi
Masyarakat memandang sekolah (lembaga Pendidikan) sebagai cara yang meyakinkan dalam membina perkembangan para siswa(dan mahasiswa) karena itu masyarakat berpartisipasi dan setia kepadanya, namun hal ini tidak otomatis terjadi terutama di negara negara berkembang termasuk di Indonesia.
Untuk mengikutsertakan warga masyarakat ini dalam pembangunan pendidikan disekolah perguruan tinggi sudah sepatutnya para manager pendidikan melalui tokoh tokoh masrakat aktif menggugah perhatian mereka. Para manajer dapat mengundang para tokoh untuk membahas kerjasama dalam meningkatkan pendidikan. Dalam pertemuan ini mereka akan mengdu pendapat, bertukar pikiran, unutk menemukan alternative alternative peningkatan pendidikan. Keputusan diambil secara musyawarah untuk memperoleh alternative yang terbaik.
Dalam usaha membina hubungan dan kerjasama antar lembaga pendidikan dan masyarakat sesungguhnya sudah ada beberapa badan yang dapat membantu para menejer pendidikan, badan badan itu ialah Dewan penyantun, Dewan pendidikan, dan Komite sekolah.
Dewan penyantun adalah suatu badan yang anggota anggotanya terdiri dari beberapa tokoh masyarakat yang menaruh minat terhadap bidang pendidikan. Dalam batas batas tertentu dewasa ini dapat mencampuri urusan perguruan tinggi, sehingga ia memiliki data informasi yang jelas dan mampu berkomunikasi dengan manajer perguruan tinggi dalam memecahkan masalah problem pendidikan.
Tugas utama dewan penyantun adalah menjadi penghubunga antar sekolah dan perguruan tinggi dengan masyarakat. Maslah masalah perguruan tinggi yang berkaitan dengan masyarakat dibahas bersama antara para manager dan anggota dewan, kemudian ditangani oleh dewan dan masyarakat. Isi masalah itu bermacam macam sesuai dengan jenis jenis partisipasi yang diharapkan dari masyarakat itu sendiri.
D. Kegiatan Kerjasama
Sebelumnya telah diuraikan bahwa antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi kerjasama saling memberi dan saling menerima. Lembaga pendidikan memberikan layanan terhadap masyarakat untuk kebutuhan kebutuhan mereka, termasuk sebagai agen pebaruan terhadap maasyarakat dengan penemuan penemuan dan inovasi inovasinya. Sebaliknya masyarakat mengimbangi pemberian lembaga pendidikan dengan ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab kelangsungan hidup dan kemajuan lembaga.
Agar kerja sama lembaga pendidikan dengan masyarakat efektif, mendapat respon yang positif dari masyarakat agar membentuk program, yang memenuhi syarat syarat sebagai berikut:
1. Jujur
2. Mulia
3. Mencakup segala yang diperlukan
4. Komprehensif
5. Sensitive terhadap masyarakat
6. Dapat dipahami oleh masyarakat
Program lembaga yang menyagkutkan masyarakat dalam usaha meningkatkan pendidikan semuanya bersifat mulia dan jujur selama hal itu dilaksana kan secar terbuka. Ketrbukaan ini sangat diperlukan untuk mempertahankan kegairahan warga masyarakat dalam berpartisipasi untuk membangun lembaga pendidikan.

KESIMPULAN
• Lembaga pendidikan merupakan suatu system yang terbuka, seruan ini mengisyaratkan bahwa lembaga pendidikan tidak menutupi diri, melainkan selalu mengadakan kontak hubungan dengan dunia luar yaitu orang tua, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

• Hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat sama halnya dengan pertahanan hidup, layanan terhadap masyarakat juga akan semakin meningkat bila hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat semakin baik.

• Lembaga pendidikan harus mengikut sertakan warga masyarakat dalam pembangunan pendidikan disekolah/ perguruan tinggi, melalui tokoh tokoh masyarakat yang aktif, sehingga dapat memberikan perhatian dan pengaruh yang baik bagi masyarakat dan lembaga pendidikan.
PENUTUP
Setelah kita membahas manajement pendidikan masyarakat dapat kita ambil banayak manfaat bahwasannya komunikasi tentang pendidikan kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan informasi ferbal saja, informasi ini perlu dilengkapi dengan pengalaman yang nyata yang ditunjukan kepada masyarakat dilingkungan sekitar.
Semoga apa yang kita bahas pada pagi hari ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, dan dapat memberikan tambahan untuk khazanah ilmu kita semua, amin.

0 Response to "Manajemen Hubungan Masyarakat"

Post a Comment