Al-Qur'an dan Teladan Nabi: Solusi Praktis Permasalahan Ummat

Oleh : Sapto Hudoyo
           
Masa depan adalah milik kita umat islam, Allah telah memilih kita sebagai khoiroummah (umat terbaik yang dilahirkanuntukumatmanusia), menjanjikan kepada kita untuk memegang kepemimpinan dunia, dengan syarat kita mampu benar-benar beriman dan berislam. Kebenaran Islam telah membuka banyak mata hati para cendekiawan barat untuk memeluk islam, menaklukkan hati nurani mereka, seperti yang dijanjikan Allah (liyudhhirohu aladdiini kullihi) untuk dimenangkan atas agama semuanya. Secara konsep, islam telah menang dan unggul, sayangnya kejayaan islam masih tersimpan dalam lembaran-lembaran kitab suci, belum tampak dalam realitas kehidupan sehari-hari.

            Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin membuktikan kebenaran islam, para cendekiawan berbondong-bondong memeluk islam, sayangnya kita sebagai umat islam, justru belum mampu memberikan gambaran islam yang baik, kita malah sering menjadi gambar islam yang jelek. Islam mencintai ilmu pengetahuan, tetapi umatnya masih berkubang dalam kebodohan, islam mengajarkan keteraturan, tetapi ummatnya paling berantakan, islam sangat menghargai waktu, tetapi umatnya tidak mempunyai disiplin waktu, islam menekankan pentingnya kebersihan, tetapi negeri-negeri muslim masih identik dengan kejorokan dan kekotoran. Islam mewajibkan berakhlaq yang mulia ,tetapi banyak orang dari negeri muslim justru bersikap kebinatangan dan tidak beradab . Kenyataan sosial inilah yang menjadi penghalang orang untuk simpati dan memeluk agama Islam.Al-Islamu mahjuubun bil muslimin( keindahan ajaran Islam tertutup oleh kejelekan keadaan ummat Islam sendiri ).
1. Selalu dalam Naungan Al- Qur'an
            Al-Quran tanpa diragukan lagi merupakan asal usul pokok dari segala pokok, sumbernya dari semua sumber dan dalilnya dari semua dalil, secara otomatis manusia akan keluar dari kesesatan (dhuzulumat) menuju kebenaran agama ( nur ), Allah tidak menurunkan Al-Qur'an untuk hiasan dinding dengan ayat-ayatnya atau mengharap berkah dari membawanya akan tetapi akan datang keberkahan dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya. Yang paling kita sucikan dalam hal ini adalah Al-Qur’an yang menjadi sandaran utama agama, landasan aqidah dan sumber syari’ah, jiwa eksistensi islam secara keseluruhan[1]..
            Al-Qur’an yang menjadi mu’jizat nabi, dimana orang-orang arab tidak mampu menyainginya, meskipun hanya dengan sepuluh surat, ataupun bahkan untuk membuat satu surat saja yang mempunyai kualitas seperti Al-Qur’an. Hingga saat ini tetap terbukti kemu’jizatannya, karena semakin lama semakin tersingkap kandungan-kandungan makna barunya, rahasia-rahasia dan hikmahnya yang semakin menambah kekuatan iman kita kepadanya.
            Al-Qur’an telah dijamin oleh Allah untuk dijaga, tidak ada kebathilan yang datang bersamanya ataupun sesudahnya “ Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami yang akan menjaganya[2]. Yang mengherankan semakin banyak saja saat ini orang-orang yang merasa intelek mengacak-acakAl-Qur’an, Al-Qur’an dijadikan sasaran permainan dan tuduhan-tuduhan mereka yang tidakberdasar.
            Diantara mereka ada yang menuduh bahwa Al-Qur’an hanyalah muntaj tsaqofi( produk peradaban), kitabullah yang agung dan mulia hanya dikatakan sebagai produk peradaban. Yang dihasilkan oleh realita saat itu, peradaban yang terjadi saat itu. Jadi kondisi peradaban jahiliah yang nabi Muhammad diutus untuk mengeluarkan umat manusia darinya menuju cahaya kebenaran dianggap sangat mempengaruhi eksistensi Al-Qur’an ,dengan demikian Al-Qu’an hanya dianggap seperti qosyidah dalam sya’ir, kisah dalam prosa atau makalah yang ditulis oleh seseorang[3]. Mereka mengatakan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin di diskusikan ;segala sesuatu mungkin didiskusikan, ketuhanan, kenabian, kesucian Al-Qur’an semuanya mungkin didiskusikan.
            Memang sangat komplek permasalahan yang di hadapi  ummat Islam, namun kita tetap patut bersyukur karena mempunyai pedoman jelas yang memberikan solusi yakni Al-Qur’an dan sunnah nabi “ Aku tinggalkan kalian diatas dua perkara, jika berpegang terhadapnya tidak akan sesat selama-lamanya ( Kitabullah dan Sunnah Rasul ) “. Karena itu kita mesti melihat permasalahan ummat dari sudut pandang kitabullah dan dengannya Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya kepada jalan-jalan keselamatan. ( QS. 6 : 16 ) Di dalamnya ada konsep-konsep ajaran yang menyebabkan kita menjadi mulia dan jaya ( bila diterapkan ) ( QS. 21 : 10 ). Sedang yang berpaling darinya dijamin akan menemui kesempitan dalam urusan kehidupannya ( QS. 20 : 124 ).

Karena itu langkah pertama bagi umat ini adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas interaksinya dengan Al-Qur’an secara benar dan rutin agar jiwa, fikiran dan perilaku kita mempunyai ketergantungan terhadap Al-Qur'an. Interaksi dengan Al-Qur’an ini hendaknya tidak berhenti pada tingkat fikrah saja ( pemahaman dan wawasan), tetapi hayatilah ketika membaca dan mendengarkannya, pasang telinga dan jadilah seakan akan hadir di hadapan orang yang di ajak bicara oleh Allah, karena sesungguhnya ayat Al-Qur'an itu ditujukan kepada manusia melalui lisan Rasul-Nya[4]. Kalau syarat utama ini tidak kita miliki, rasanya sulit untuk bisa mencarikan solusi terhadap berbagai permasalahan ummat umumnya dan kemerosotan akhlaq khususnya.
            Memang dibutuhkan kerja besar secara konsisten dan terpadu untuk membangun kembali kejayaan islam yang hilang , para mujaddid dan ulama islam telah berjuang dan berda’wah untuk meraih kembali kemajuan ummat melalui berbagai sektor yang menjadi skala prioritasnya. Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab memandang aqidah sebagai asas dan pangkal segala sesuatu, maka aqidah ummat harus dibersihkan dari berbagai syirik, khurofat dan  bid’ah, dari sini akhlaq dan perilaku islami ummat bisa dibangun kembali. Syekh Muhammad Abduh membangkitkan kesadaran ummat lewat pemurnian sumber islam, membuang belenggu ummat yang berupa jumud dan taqlid, Iqbal melalui rekonstruksi pemikiran, Imam Al-Ghazali melalui kitabnya Ihya Ulumuddin lebih menekankan kepada aspek pembersihan hati,masing-masing telah memberikan jasa besar bagi kebangkitan ummat dan telah memunculkan tunas-tunas generasi ungguldanakhlaq yang mulia. Dan semua aspek yang menjadi prioritas para mujaddid danulamatersebut dalam pembangunan karakter ummat dapat dipadukan dengan indah, sistematis, terarah, berkesinambungan, berskala prioritas, dan terus ditingkatkan efektifitasnya.
2. Meneladani Nabi : Sang Teladan Utama
            Nabi Muhammad SAW adalah seorang diantara manusia teragung yang dikenal oleh sejarah peradaban dunia, Syekh al-Qadhi Iyaadh, pengarang kitab asy-Syifa mengumpulkan sejumlah karakteristik mulia yang terdapat dalam pribadi Rasulullah SAW, dimana ia berkata, " Apa yang anda bayangkan terhadap sosok manusia yang berkumpul dalam dirinya karakteristik-karakteristik yang tidak dapat dihitung dengan angka, tidak dapat diungkapkan dengan kata, tidak dapat ditandingi dengan perbuatan dan kecerdikan. Inilah karakteristik agung yang tidak terbatas dan tak dapat dijangkau manusia, karakteristik yang tidak terbatas pada kehidupan dunia namun pada kehidupan akhirat pun telah disiapkan baginya kedudukan yang terhormat, derajat yang suci, kebahagiaan serta segala kebaikan dan kenikmatan melimpah yang tidak dapat dipikirkan oleh akal dan tak dapat diraba oleh terkaan dan prasangka[5].
            Telah banyak pembahasan dan uraian tentang segala sisi keagungan dan kepribadian Muhammad SAW,  Nabi yang menjadi teladan bagi aneka tipe manusia. Tipe seniman, ilmuwan, pekerja dan tipe manusia yang memiliki kecenderungan kuat beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa, kita tidak mampu merinci keteladanan beliau sebagai ayah, suami, teman, negarawan, panglima perang, dan lain-lain, batas pengetahuan tentang beliau adalah sesungguhnya beliau sebaik baik makhluk Tuhan seluruhnya
            Kedudukan utama Nabi Muhammad SAW tercermin antara lain dalam firman Allah : Dan Kami telah tinggikan namamu . Dalam arti pengakuan kenabian Nabi Muhammad SAW disandingkan Tuhan dengan pengakuan atas keesaan Allah   : Asyhadu an La Ilaah Illallah wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah[6], hal ini juga berarti kepatuhan kepada beliau identik kepatuhan kepada Allah SWT : Siapa yang taat kepada Rasul , maka dia telah taat kepada Allah, barangsiapa yang berpaling dari ketaatan itu, maka Kami tidak mengutusmu menjadi pemelihara mereka (QS An-Nisa 80).
            Keluhuran budi Nabi Muhammad SAW, bukan hanya dinyatakan Allah dan diyakini umat islam, berdasarkan firman-Nya : Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung (QS 68;4) tetapi diakui oleh kawan dan lawan. Betapa tidak, cetusan paling buruk dalam percakapan adalah :”Semoga dahinya berlumuran lumpur” ketika diminta untuk mengutuk beliau menjawab : “Aku bukan diutus sebagai pengutuk, tetapi aku diutus mengajak kepada kebaikan dan penyebar rahmat”.
            Beliau telah mengajarkan kepada ummat islam cara beribadah kepada Allah dengan benar, memberikan petunjuk bermua'alah dan berakhlaq secara menyeluruh, beliau menjenguk orang-orang sakit, mengikuti iring-iringan jenazah dan memenuhi undangan walau dari seseorang budak, sosok yang bersifat amanah ( dapat dipercaya ),rahmat bagi semesta alam, tugasnya adalah menyucikan akhlaq ummat  beliau tidak melewati kelompok tanpa senyuman yang menghiasi wajahnya disertai ucapan lembut lagi bijak. Sopan santun beliau kepada orang-orang besar, keramahan kepada wong cilik. Dengan izin Allah beliau dapat berdialog dengan benda mati dan mengembalikan pendengaran orang yang tuli, memancarkan air dari sela-sela jarinya, makanan sedikit menjadi banyak, terbelahnya bulan, matahari terhalang dari beliau oleh awan, membalikkan kerajaan persia dan rum, dapat memprediksi kabar-kabar ghaib, batu-batu bertasbih, menyembuhkan penyakit, terjaga dari dosa dan seterusnya[7].
Itulah yang mengukir dan membentuk citra Nabi Muhammad SAW dalam pikiran dan hati seorang muslim, oleh karena itu sebagai mana yang ditulis oleh seorang sarjana Inggris Michael  H.Hart dalam bukunya Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah " Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama dalam seratus tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi",  tambahnya "Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya, dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad, sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia"[8]. Seorang muslim yang baik bukan saja patuh terhadap Rasul tetapi kagum kepada beliau dengan kekaguman berganda. Sekali kita memandang beliau dengan hati menggunakan kacamata iman dan menemukannya sebagai Nabi dan Rasul dan kali lain kita memandang beliau dengan nalar dan aneka tolak ukur objektifyang menemukan pada diri beliaubudi luhur serta karya-karya agung.
Krisis serta kemerosotan  akhlaq yang melanda masyarakat arab jahiliah dan masyarakat modern sekarang ini mengakibatkan keretakan dalam tubuh umat islam,  yang dapat menggerogoti persatuan umat akibat dari perbedaan pandangan yang kontroversi, sehingga mengakibatkan lunturnya keimanan dan redupnya akhlaq dan perilaku islami. Kita dapat belajar dari pengalaman Nabi Muhammad saw, sebagai tauladan dan sebagai tuntunan dalam mengantisipasi tantangan-tantangan yang dapat menggerogoti persatuan umat dan menghadapi penyakit sosial dan tantangan masa kini. Semua ini tidak dapat teratasi dengan baik tanpa kewaspadaan, kebijakan dan komitmen seluruh elemen umat islam dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, dengan bekal komitmen ini yang dibarengi dengan kerjasama antara pemuka agama, ulama, cendikiawan muslim dan seluruh umat islam, penyakit sosial dan kerusakan akhlaq yang melanda umat,Insya Allah dapat kita tanggulangi dengan baik.
Rujukan
Al-Qur'an karim.
Qaradhawi Yusuf, Taisirul Lilmuslimil-Mu'ashiri fi Dahu"il-Qur'an was-Sunnah, Kairo, Maktabah Wahbah, 1420 H.
Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, Al-Fawa'id :, Beirut, Dar Al-Kitab Al-Araby, 1414 H.
Nabil Hamid Al-Mu'adz, Bagaimana Mencintai Rasulullah,Jakarta, 2002, Gema Insani Press.
 Michael H. Hart, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Jakarta, Dunia Pustaka Jaya, 1982, Terjemahan H. Mahbub Djunaidi.
ibn Qoyyim, Zaadul M'aad:Hdyi Muhammad  fii 'Ibaadtihi wa Akhlaaqihi wa Mu'aamltihi, Riyadh, maktabah Darul Thayyibah,2006.

Majalah. Islamia, Thn. 1 No. 2, Juni-Agustus 2004.





[1]Umat islam mempercayai bahwa Kitab Al-Qur'an sebagai wahyu Tuhan, untuk lebih jelas harap lihat buku Fiqih Praktis bagi kehidupan modern karya Yusuf Qaradhawi, hal 41 edisi terjemahan bahasa indonesia.

[2] Allah tidak menghendaki adanya kitab yang bebas dari kesalahan kecuali Kitab-Nya sendiri.

[3]Arkoun tidak mengatakan bahwa al-Qur'an adalah karangan Muhammad, tapi ia membuat suatu teori yang lebih " canggih", yaitu bahwa al-Qur'an yang kita baca sekarang adalah al-qur'an edisi dunia. SenadadenganArkoun Nasr mereduksi al-qur'anmenjadisebuahkitab yang dihasilkanolehbudaya( muntajthaqafy ). (Baca: StudiKritisPemikiran: Arthur Jeffery, Arkoun, Nasr Hamid danAbid al-Jabiri, Majalah ISLAMIA Thn 1 No 2, Juni-Agustus2004 )
[4] Ibnul Qoyyim menegaskan : orang yang memiliki hati yang hidup akan memadukan antara hati dan makna al-Qur'an, dia merasa seakan-akan Al-Qur'an telah tertulis didalam hatinya sehingga ia dapat menghafalnya di luar kepala.

[5]Nabil Hamid Al-Mu'adz, Bagaimana Mencintai Rasulullah,Jakarta, 2002, Gema Insani Press.hal 35

[6]Kalimat Asyhadu an La Ilaah Illallah wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah juga telah diabadikan oleh Allah dalam shalat ketika bacaan at-tahiyat

[7]Lihat: Zaadul M'aad, Hdyi Muhammad fii 'Ibaadtihi wa Akhlaaqihi wa Mu'aamltihi lil Imam ibn Qoyyim, maktabah Darul Thayibah, Riyadh, Thn 2006

[8]Michael H. Hart, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Dunia Pustaka Jaya, Jakarta, Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982

1 Response to "Al-Qur'an dan Teladan Nabi: Solusi Praktis Permasalahan Ummat"

  1. AYOO SERBUU GAN MUMPUNG GRATIS DAN MURAH
    ADU BANTENG, Sabung Ayam, Sportbook, Poker, CEME, CAPSA, DOMINO, Casino
    Modal 20 rb, hasilkan jutaan rupiah
    Bonus 10% All Games Bolavada || Bonus Cashback 10% All Games Bolavada, Kecuali Poker ||
    FREEBET AND FREECHIP 2017 FOR ALL NEW MEMBER !!! Registrasi Sekarang dan Rasakan Sensasi nya!!! ONLY ON : BOLAVADA(dot)com
    BBM : D89CC515

    https://goo.gl/3G0lA8
    https://goo.gl/kbkvXv
    https://goo.gl/Wyc5ZD
    http://pintient.com/3EqP

    sabung ayam
    agen terpercaya
    bandar judi

    ReplyDelete