Arti Tanggungjawab

Oleh: Sapto Hudoyo

Setiap muslim yang aqil  berakal dan sudah baliqh, terbebani dengan kewajiban agama mukallaf, baik yang berupa pelaksanaan perintah maupun meninggalkan larangan. Taklif ini mempunyai konsekwensi pahala dan ancaman siksa, baik di dunia maupun di akhirat kelak,Taklif tersebut terdapat di dalamnya adalah terwujudnya kemaslahatan hidup manusia secara menyeluruh. Dan manusia tidak akan mampu melaksanakan kewajiban-kewajiban ini secara total untuk Allah, kecuali ia betul-betul merasakan adanya rasa tanggungjawab di hadapan Allah SAW.
Manusia tidak diciptakan Allah sia-sia (tanpa tugas dan tanggungjawab) ( al-Qiyamah : 36 ) setiap manusia pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap amal perbuatannya ( al-Hijr 92-93 ), pasti akan melihat hasil perbuatannya yang baik maupun buruk meskipun hanya seberat biji zarrah ( az-Zalzalah : 7-8 ), tidak akan mendapatkan balasan sesuatu kecuali dari apa yang dia usahakan sendiri  ( an-Najm : 39 ), pada hari kiamat kelak timbangan amal akan ditegakkan dengan adil, yang berat timbangan kebaikannya akan beruntung dan selamat, sedangkan yang berat timbangan kejahatannya akan merugi dan celaka.
Tanggungjawab dapat diartikan berbuat seoptimal dan sebaik mungkin dalam segala sesuatu, atau itqon fil amal, bila diterapkan dalam belajar, berarti belajar yang sungguh sungguh, dalam pekerjaan, berarti bekerja yang rajin teliti, tekun dan sungguh sungguh Dst, sikap bertanggungjawab dalam segala hal adalah suatu keharusan bagi setiap muslim, sudah merupakan sunnatullah bahwa di dunia ini hanya yang unggul dan bertanggungjawab akan lebih mampu bertahan untuk eksis.

Tanggungjawab membutuhkan kedisiplinan tinggi dalam diri seseorang, untuk menjalankan tuntunan syariat yang berupa aqidah, ibadah, akhlaq, maupun mu’amalah. Sehingga tanggungjawab dalam islam yang terkait dengan individual, jama’ah, masyarakat, umat dan amal dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a).  Tanggungjawab terhadap Allah SAW, Al-Qur’an dan As-Sunnah.
b). Tanggungjawab terhadap diri sendiri.
c).Tanggungjawab terhadap kerabat dan keluarga.
d). Tanggungjawab terhadap masyarakat sekitar.
e). Tanggungjawab terhadap umat Islam keseluruhan.
f). Tanggungjawab terhadap instansi, organisasi, gerakan dakwah dll.
Sungguh akan berbuah keburukan dan kemerosotan tatkala tanggungjawab diabaikan, generasi muttaqin akan mengalami kehancuran serta pembangunan ummat akan terasa lamban, namun apabila setiap individu melaksanakan semua amanah dan tugas tugas dengan penuh kesadaran dan dengan sikap teliti akan berimplikasi terhadap generasi yang unggul, muttaqin,berkualitas dalam kehidupan sehari hari ( individu dan sosial ), dengan demikian tanggungjawab meliputi bermula dari tanggungjawab individu dan tanggungjawab sosial,yang akan di jelaskan di bawah ini.
1.      Tanggungjawab individu
Tanggungjawab individu maksudnya adalah bahwa setiap manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri atas tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan dan mempertanyakan kepada dirinya sendiri seluruh kekurangan dalam mengikuti nilai-nilai moral yang dibawa oleh Islam. ” Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun ia mengemukakan alasan-alasannya (al-Qiyamah : 14-15 ). Tanggungjawab pribadi ini tumbuh dari diri manusia itu sendiri, dari hati serta nuraninya, sehingga tidak membutuhkan dorongan dorongan dari pihak lain seperti polisi dan pengawas, individu yang telah mempunyai tanggungjawab diri yang tinggi akan berakhlaq mulia, produktif dan selalu berpegang teguh dengan manhaj islamy.
Ketaatan melaksanakan tanggungjawab individu ini akan membangkitkan hati, membuat anggota tubuh hati-hati dalam bertindak, menekan hawa nafsu, memperkuat muroqobatullah dan membangkitkan rasa takut kepada-Nya untuk melanggar perintah-Nya, dengan demikian ia dapat menyelamatkan jiwanya bahkan masyarakat dari kesalahan-kesalahan baik yang kecil maupun yang besar dan inilah landasan untuk membangun masyarakat yang luhur.
2.      Tanggungjawab sosial
Tanggungjawab sosial merupakan tanggungjawab seseorang dalam proses interaksi dengan sesama manusia, baik dari lingkup yang terkecil yaitu keluarga hingga lingkungan yang lebih luas yakni masyarakat, bahkan dalam lingkup yang lebih luas lagi yaitu umat Islam dan masyarakat dunia. Tujuan yang hendak dicapai malalui tanggungjawab sosial adalah :
a). Seluruh masyarakat dengan meletakkan fondasi moral dan akhlak yang kuat untuk membangun masyarakat yang luhur, yaitu masyarakat yang mempunyai karakteristik berikut ini : beriman dan beramal saleh, memenuhi kebutuhan fitrah dan rasio, berprinsip keseimbangan dalam segala sesuatu, saling membantu dan melengkapi, berpegang dengan manhaj Ilahi, mempunyai solidaritas sosial yang kuat, menjalankan dakwah, dinamis dalam gerakan yang berkesinambungan, memuliakan nilai-nilai kemanusiaan, terbuka dan universal.
b) Negara dan ummat, dengan menjabarkan tugas dan tanggungjawab pemerintah secara rinci untuk menegakkan shalat  syariah , zakat kesejahteraan sosial , amar ma’ruf nahi munkar ( stabilitas keamanaan dan pemeliharaan ketertiban). Memberikan syarat bagi pegawai pemerintah yang mempunyai keahlian, kesanggupan serta amanah. Pemimpin disyariatkan agar mengatur kehidupan masyarakat dengan ketentuan Allah, menegakkan keadilan, menghidupkan syura, menggalakkan amar ma’ruf nahi munkar, menggiatkan dakwah islamiyah, mencerdaskan bangsa, menghormati hak asasi manusia, menjamin lapangan dan kesempatan kerja, memelihara perangkat dunia institusi negara dan menyiapkan kekuatan baik militer materiil maupun non materiil.
c) Pemerintah dan negara bila melaksanakan tugas dan tanggungjawab akan mendapatkan hak-hak dari rakyat seperti : patuh dan taat dalam segala kondisi selama dalam bingkai ketaatan kepada Allah, pertolongan bantuan dan dukungan rakyat dalam menggapai tujuan tujuan pemerintah, memberikan partisipasi dalam nasehat dan pendapat.
Pembagian tanggungjawab dan aplikasinya dalam kehidupan.
1.      Bertanggungjawab kepada Allah :
Melaksanakan ibadah  sholat, puasa, hajji dzikir dan doa, iktikaf, membaca al-Qur’an dll, dengan memenuhi segala syarat dan rukun lahir bathin dengan sebaik mungkin, tawadhu , dengan senantiasa memelihara sikap merendahkan diri kepada Allah, kembali kepada-Nya, taat mengikuti perintah-Nya,menghindari larangan-Nya, berlindung kepada-Nya, serta tidak menambatkan hati selain kepada-Nya, baik dalam hal cinta, takut maupun harapan.
2.      Bertanggungjawab kepada diri sendiri :
Tanggungjawab terhadap akhlaq : lahir dalam memanfaatkan panca indra dan anggota tubuhnya , bathin dalam ketulusan niat, tujuan, motivasi dalam amal ibadah dan kebersihan hatinya. Pokok-pokok akhlak baik adalah : Sabar dan bertahan terhadap gangguan, bertawakkal kepada Allah dan percaya diri, cinta kebaikan, adil dan pertengahan kepada Allah, dalam memutuskan perkara, bagi istri-istri dan anak-anak, dalam perkataan dan dalam keyakinan, kasih sayang, berbuat baik, kejujuran dan kebenaran dalam bertutur kata, pergaulan, keinginan, berjanji dan penampilan , dermawan serta tawaddhu’. tidak Dzalim terhadap Allah, terhadap sesama manusia dan terhadap diri sendiri , tidak dengki, menipu, riya’, ujub (dengan ilmu, harta, kehormatan, kekuatan dan dengan ibadah ), serta malas . ( malas beribadah, tidak produktif memanfaatkan waktunya, menunda-nunda kewajiban dan kebaikan dll )
3.      Bertanggungjawab kepada orang lain :

Tanggungjawab dalam pergaulan : Dengan keluarga, orang tua, sanak kerabat, teman dekat, tetangga dan masyarakat luas, membentuk miliu : keluarga dan masyarakat ( lingkungan yang tarbawy dan islamy serta kondusif untuk pertumbuhan generasi muda dalam ketaatan kepada Allah SWT. )

4.      Bertanggungjawab kepada alam semesta :

Peduli kepada binatang ( tidak menyakiti, membebani diluar kemampuannya atau menelantarkannya ), Ihsan kepada tumbuh-tumbuhan ( tidak merusaknya atau memanen sebelum bisa dikonsumsi ) dan menjaga lingkungan ( tidak mengeksploitasi berlebihan yang merusak keseimbangan ekosistem ).

Marilah kita tunaikan amanah yang kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atasnya, sesuai apa dengan apa yang kita laksanakan. Yang tuntas menunaikannya akan selamat dan beruntung, yang ceroboh akan celaka dan merugi, karena salah satu sifat orang beriman yang mendapatkan kemenangan adalah mereka yang menjaga dan memenuhi janji serta amanahnya (al-Mu’minun : 8 )
Demikianlah sedikit pembahasan tentang arti tanggungjawab, kita berharap semoga Allah mengikut sertakan kita semua dalam rombongan orang orang yang taat lagi suci, marilah kita membangun cita-cita yang luhur, serta mengabadikanya dan membangun cita-cita kita dalam do’a, khususnya harapan untuk memiliki generasi yang solihin. Amien.

“setiap manusia pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap amal perbuatannya”
( al-Hijr 92-93 )
“Manusia tidak diciptakan Allah sia-sia (tanpa tugas dan tanggungjawab)”
( al-Qiyamah : 36 )

0 Response to "Arti Tanggungjawab"

Post a Comment