Beribadah Sepanjang Waktu

Oleh: Abdul Halim wicaksono

Tujuan Penciptaan Manusia
Manusia diciptakan oleh Allah tidaklah sia-sia apalagi tanpa tujuan. Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi dalam makna mentadbir dan mengurus bumi ini mengikut undang-undang Allah dan peraturan- Nya. Allah swt berfirman dalam al-Qur’an surah al-An’aam ayat 165, yang artinya “Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah (penguasa-penguasa) di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebaha-gian (yang lain) beberapa darjat untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu”.
Kemudian Allah swt berfirman dalam al-Qur’an surah ad-Dzariat ayat 56, yang artinya: Dan Aku Tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (menyembah) kepada Ku”. Secara jelas ayat ini memberikan penjelasan kepada kita sebagai manusia dan hamba Allah tidak diciptakan kecuali hanya untuk menyembah-Nya. Inilah tujuan manusia diciptakan, yaitu untuk ibadah. Tugas beribadah dan mengabdi diri kepada Allah dalam rangka melaksanakan segala aktiviti pengurusan bumi ini yang tidak terkeluar dari garis panduan yang datang dari Allah swt. dan dikerjakan segala kegiatan pengurusan itu dengan perasaan ikhlas kerana mencari kebahagian dunia dan akhirat serta keredaan Allah.
Manusia adalah makhluk Allah swt yang paling sempurna dan diciptakan sebaik-baiknya. Kualitas manusia atau derajat manusia disisi Allah swt adalah sama, yang membedakan adalah ketakwaanya. Ketakwaan ini lahir lantaran menusia tersebut mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Selain itu ia selau beribadah kepada Allah swt disetiap waktu.
Arti Sesungguhnya Kata ‘Ibadah’
Ibadah dalam Islam bukanlah hanya diartikan sebagai ibadah ritual dalam rumah Allah di masjid dan musholla, namun lebih luas dari itu. Kalimat ibadah berasal daripada kalimat `abdun’. Ibadah dari segi bahasa bererti patuh, taat, setia, tunduk, menyembah dan memperhambakan diri kepada sesuatu. Dari segi istilah agama Islam pula ialah tindakan, menurut, mengikut dan mengikat diri dengan sepenuhnya kepada segala perkara yang disyariatkan oleh Allah dan diserukan oleh para Rasul-Nya, sama ada ia berbentuk suruhan atau larangan. Ibnu Taimiah mengatakan arti Ibadah adalah nama bagi sesuatu yang disukai dan kasihi oleh Allah swt. Perintah Allah dan Rasul-Nya ini hendaklah ditunaikan dengan perasaan penuh sedar, kasih dan cinta kepada Allah, bukan kerana terpaksa atau kerana yang lain dari cintakan kepada-Nya.
Melalui pengertian diatas, ibadah bukanlah hanya terletak pada kegiatan-kegiatan rutinitas dalam masjid atau musholla seperti: sholat, puasa, zakat, berdzikir dan lain sebagainya. Namun lebih luas dari itu. Segala pekerjaan kita mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi bisa menjadi ibadah.
Ibadah dalam Islam meliputi semua urusan kehidupan yang mempunyai paduan yang erat dalam semua lapangan hidup dunia dan akhirat, tidak ada pemisahan antara kerja-kerja mencari kehidupan di muka bumi ini dan hubungannya dengan balasan akhirat. Islam mengajarkan kepada kita setiap apa juga amalan yang dilakukan oleh manusia ada nilai dan balasan sama ada pahala atau siksa. Inilah keindahan Islam yang disebut sebagai ad-Deen yang lengkap sebagai suatu sistem hidup yang boleh memberi kesejahteraan hidup penganutnya di dunia dan di akhirat.
Dengan kata lain setiap amalan atau pekerjaan yang membawa manfaat kepada individu dan masyarakat selama ia tidak bercanggah dengan syarak jika sekiranya ia memenuhi syarat-syaratnya, seperti dikerjakan dengan ikhlas kerana Allah semata-mata bukan kerana mencari kepentingan dan mencari nama serta ada niat mengharapkan balasan dari manusia atau ingin mendapat pujian dan sanjungan dari manusia; maka amalan-amalan yang demikian akan mejadi ibadah yang diberi pahala di sisi Allah swt di akhirat kelak, insya’-Allah.
Menjadikan Segala Aktivitas Sebagai Ibadah
Berdasarkan kepada konsep ibadah tersebut maka setiap perbuatan pertolongan baik kepada orang lain seperti membantu orang sakit, tolong merengankan beban dan kesukaran hidup orang lain, memenuhi keperluannya, menolong orang yang teraniaya, mengajar dan membimbing orang yang jahil adalah ibadah.
Termasuk juga dalam makna ibadah ialah setiap perbuatan, perkataan manusia zahir dan batin yang disukai dan diredai oleh Allah swt. Bercakap benar, taat kepada ibu bapa, amanah, menepati janji, berakata benar, memenuhi hajat keperluan orang lain adalah iabadah.
Segala kegiatan kita dapat dinilai ibadah jika apa yang kita lakukan diniatkan untuk ibadah mengabdi kepada Allah swt. Misalnya saja mandi berniat untuk membersihkan diri termasuk ibadah, makan dan minum untuk menguatkan badan sehingga dapat menjalankan perintah Allah juga termasuk ibadah, mencari nafkah untuk diri sendiri dan keluarga juga ibadah karena disukai dan diridhoi-Nya, bahkan tidur bila diniatkan untuk istirahat dan mengumpulkan kekuatan untuk ketaatan kepada-Nya juga ibadah.
Agama Islam sendiri  mewajibkan manusia untuk mencasi rizki dimuka bumi. Tak lain tujuanya adalah untuk ibadah, kemudian untuk meneruskan kehidupan sehingga dapat memakmurkan bumi sebagaimana perintah Allah swt. Dalam al-Qur’an disebutkan perintah kepada manusia untuk mencari rizki, yaitu surah at-taubah ayat 105 dan surah al-Jumu’ah ayat 10.
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.(at-Taubah: 105)
Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.(al-Jumu’ah: 10)
Syarat Aktivitas/ Kerja bisa dinamakan Ibadah
Ruanglingkup ibadah dalam Islam melingkupi semua jenis amalan dan syiar Islam dari perkara yang sekecil-kecilnya seperti cara makan, minum hinggalah pekerjaan-pekerjaan mengurus keuangan dan menata negara, kesemuanya adalah masih dalam makna ibadah bila dikerjakan menurut adab dan peraturan serta memenuhi syarat-syaratnya.
Menurut hemat penulis, setidaknya ada empat syarat sebuah pekerjaan dapat dinilai ibadah, diantaranya:
Pertama, niat karena Allah. Niat adalah persoalan penting dalam Islam. Niat menunjukkan kepada tujuan yang akan diraih. Disebutkan dalam sebuah hadits, Dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh Umar bin al-Khaththāb, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda:“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut”(HR. al-Bukhāriy dan Muslim)
Kedua, masih dalam lingkup ketakwaan dan diridhoi Allah swt. Maksudnya adalah, pekerjaan tersebut masih mencerminkan ketakwaan dalam artian menjalankan perintahnya dan menjauhi laranganya serta mendapatkan ridho dari Allah swt. Pekerjaan tersebut dikerjakan dengan tekun dan bersungguh-sungguh serta dalam pekerjaanya ada prinsip-prinsip syari’ah seperti amanah, adil dan bertanggungjawab. Hal lainya adalah pekerjaan tersebut menghasilkan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
Ketiga, tidak meninggalkan Ibadah wajib. Ibadah wajib dalam hal ini adalah ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah swt dan hukumnya wajib dilaksanakan. Seperti sholat, puasa, zakat dan haji bagi yang mampu. Mencari rizki adalah wajib tapi tidak boleh meninggalkan sholat karena kerja. Tetap ibadah yang paling utama ialah yang diwajibkan dan disyariatkan oleh Allah swt dan rasulnya.
Keempat, mendapatkan hasil di dunia dan pahala di akhirat. Pekerjaan tersebut menghasilkan sesuatu yang bermanfaat seperti uang, hasil perkebunan, pertanian dan peternakan. Kita juga mendapatkan kepuasan dalam melaksanakanya dan yang paling akhir mendapatkan ridho Allah swt sehingga pekerjaan tersebut menghasilkan pahala yang akan menghantarkan kita kepada syurga-Nya di akhirat nanti. Amiiiin...

0 Response to "Beribadah Sepanjang Waktu"

Post a Comment