Have We Ever Think About God's Creation?

Oleh: Randyan Yusuf

 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “ ya tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” ( QS. Ali Imron 191)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Coba perhatikan diri kita, wahai sahabatku !, rupa wajah kita , mata indah kita, senyum manis kita, subhanallah… adakah insan yang sama seperti kita di belahan dunia ini ?, baik rupa sifat maupun wataknya ?, tidak ada bukan ?!. Yach… tidak ada seorangpun yang sama seperti kita, walau diri kita kembar sekalipun !
Dari sekian banyak manusia, dari sekian triliun jiwa, pernahkah kita temui ada yang sama satu dengan yang lainya ? tidak ada bukan ?!. Apa yang terlintas di pikiran kita ? Allah !
Yach… Maha Besar Allah… betapa maha kaya-Nya Dia… tak seorangpun yang patut dipuji selain dirinya-Nya …! Subhanallah… walhamdulillah…walaa ilaahailallah…wallaahu akbar !. Kita ini dulu hanyalah dari setetes air mani yang hina, menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, tulang, kemudian dibalut dengan kulit sehingga jadilah kita, manusia, makhluk yang amat sempurna penciptaan-Nya. Betapa kita harus bersyukur bukan? Apa yang terucap di bibir kita ? Allah !
Diri kita hanyalah satu dari sekian banyak makhluk yang Ia ciptakan, kecil, tiada artinya sama sekali dibandingkan dengan penciptaan langit dan bumi ini !. Pernahkah kita memikirkanya ?
Allah menundukan matahari dan bulan untuk kita, matahari bersinar, bulan bercahaya, tidak mungkin bagi matahari mengejar bulan, dan malam mendahului siang. Masing-masing beredar menurut garis edarnya. Pernahkah kita memikirkanya ?
Allah menghamparkan bumi dan meletakkan gunung-gunung yang kokoh, dan menumbuhkan tumbuhan darinya segala macam jenis tanaman yang indah dipandang mata. Pernahkah kita memikirkanya ?
Allah menurunkan air dari langit yang banyak manfaatnya, lalu menumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-bijian yang sebagian ada yang kita makan. Pernahkah kita memikirkanya ?
Allah memberi kita minum dari apa yang berada dalam  perut binatang ternak berupa susu yang bersih antara darah dan kotorannya, yang enak ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. Pernahkah kita memikirkanya?
Allah menundukan langit dan dunia ini untuk kita, langit sebagi atap, bumi sebagai tempat menetap. Pernahkah kita memikirkanya ?, semuanya patuh pada apa yang diperintahkan Allah kepadanya untuk melayani kita. Pernahkah kita memikirkanya?
Pernahkah terpikir jika semua itu tidak ditundukan Allah untuk kita, alamat dunia ini akan hancur? Dapatkah kita bayangkan apa yang akan terjadi? Pernahkah terpikir oleh kita, jika Allah lelah ataupun lengah, maka seluruh yang ada di jagat raya ini akan binasa ?!.
 “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia supaya mereka mengabdi kepada-Ku” ( QS. Az-Dzariat :56).
Mestinya kita banyak bertafakkur untuk bermuhasabah atas seluruh penciptaan alam yang ada di jagat raya ini. Allah menciptakan kita di muka bumi ini bukan untuk sia-sia ataupun tanpa tujuan yang tidak jelas. Sebagaimana kita tahu bersama, Allah menciptakan makhluk bernama manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepada-Nya. “Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS. Al-A’laa: 17).
 Ayat ini menunjukan bahwa kehidupan di dunia dengan segala gemerlapan dan keindahanya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kebaikan dan kekekalan kehidupan akhirat yang kekal abadi, maka seorang yang beriman kepada Allah SWT, dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi dan menjadikan dunia ini sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik.
Adakah orang yang mengetahui dengan tidak mengetahui?. Adakah sama yang buta dengan yang melihat?. Kembali lagi, bahwa fenomena alam ini menunjukan betapa Kuasan-Nya Allah akan segala sesuatu. Kelak suatu saat nanti, langit itu akan pecah berderai. Kelak suatu saat nanti, bumi itu akan terbelah-belah mengeluarkan apa yang dikandungnya. Tidak takutlah kita?, tidak tergetarkah qolbu dan jiwa kita? Tidak bertambahkah  keimanan kita, kecintaan serta kerinduan kita pada-Nya.
Tanpa kita sadari silih bergantinya siang dan malam dari detik menit kehidupan ini menyadarkan kita. Baru saja kita lahir dari bayi mungil, tahu-tahu sudah sebesar ini. Baru saja kita merasa tentram berdekatan dengan orang-orang yang kita sayangi, tahu-tahu mereka telah pergi meninggalkan kita. Baru saja kita tertidur dan terjaga, kemudian…? Kita dapati tubuh ini sudah tua, tenaga sudah mulai berkurang, rambut sudah mulai beruban, mata sudah mulai rabun…. dan….??? Siap-siap untuk pulang, kembali kepada siapa Yang Menciptakan kita. Tidakkah kita merindukan-Nya? Pernahkah kita memikirkanya?
Pada suatu hari di waktu subuh, setelah mengumandangkan azan di masjid madinah, lama Bilal menanti kehadiran Rasulullah SAW keluar dari peraduanya untuk shalat berjama’ah, namun Rasul belum juga muncul. Karena itu, pergilah Bilal menemuinya, antara perasaan cemas kalau Rasul yang amat dicintainya jatuh sakit.
Sesudah minta izin kepada Siti Aisyah, Bilal segera menuju ke kamar tidur Rasulullah SAW. Ketika sampai dimuka pintu, Bilal melihat ke dalam, kamar yang sederhana tanpa ada kasur tebal seperti kasur  yang sering kita pakai di kampus ini, seonggok rumput kering di sudut, itulah kekayaan Rasul kita, sebagai Pemimpin Dunia yang telah menggerakkan revolusi yang paling berhasil dalam sejarah kemanusiaan selama dunia berkembang.
Di dapatinya Nabi kita SAW sedang duduk di atas sajadah menghadap kiblat, menangis tersedu-sedu. Bertanya Bilal, “ Ya Nabiyullah, apakah gerangan yang menyebabkan dikau menangis? Padahal kalau ada juapun kesalahanmu, baik dahulu ataupun nanti, akan diampuni oleh Allah”. Kemudian Rasulullah menjawab, “wahai Bilal, tengah malam datang jibril membawa wahyu kepadaku dari Allah SWT, demikian bunyinya ?
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ( seraya berkata): “ ya tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” ( QS. Ali Imron 191)
Sengsara hai Bilal ! ujar nabi selanjutnya, bagi orang yang membacanya ayat ini lalu tidak difikirkanya. Apa maksud Rasulullah SAW tersebut,,,?. Firman Allah dalam QS. Ali Imron ayat 191 di atas dan ungkapan Nabi tersebut mengandung makna yang dalam bagi kita untuk senantiasa merenung dan memikirkan fenomena alam yang ada di sekeliling kita.
Jiwa yang suci bersih dapatlah mendengar dan melihat indahnya alam ini. Disana ada  sifat-sifat  tuhan, yaitu jamal (indah), jalal (agung), dan kamal ( sempurna). Semua yang ada ini adalah pembatas kita dengan Dia. Tetapi bilamana kita berusaha menembusnya ( dengan sekuat jiwa) insya Allah , dengan penglihatan ruhani yang bersih, niscaya terbukalah hijab itu. Hanya mata yang lahir ini saja yang melihat batas itu, melihat berbagai fenomena alam  gunung menjulang tinggi, deburan ombak, awan berarak, kembang bermekaran. Adapun mata ruhani mulailah menembus dinding itu. Bukan dinding lagi yang kelihatan, tetapi pencipta dari semuanya itu, “Allah”.
“ Ya tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka “. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh…

0 Response to "Have We Ever Think About God's Creation?"

Post a Comment