Menjadi Muslim Profesional

Oleh: Agus Suswanto

Seringkali, tatkala kita mendengar kata "profesional" atau profesionalisme", yang pertama kali timbul dalam pikiran kita adalah sebuah profesi yang hebat, tinggi dan membanggakan. sehingga kaum profesional dibayangkan adalah seseorang yang memiliki pekerjaan yang bergengsi, mungkin dia seorang insiyur, dokter dan lain sejenisnya   
Profesional tidak indentik dengan pekerjaan yang "wah…!" tapi profesional bermakna seseorang yang melakukan fungsinya dengan maksimal dengan komitmen yang penuh. seorang tukang sapu, misalnya,jika melakukan fungsinya secara committed dan dengan penuh tanggung jawab, maka dia dapat dikatagorikan sebagai profesional cleaning service man .
Muslim profesional ,mungkin sebuah istilah yang tepat untuk menggambarkan komitmen dan tanggung jawab seorang muslim dalam kehidupan berislamnya. istilah ini ,sebenarnya ,saya terjemahkan dari ayat yang paling populer dikalangan umat islam ,"ittaqullah haqqa tuqaatihi"(bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar benarnya taqwa ).Artinya bertaqwa yang sebenarnya adalah hidup yang dibangun diatas islam secara  profesional dan penuh tanggung jawab.sehingga ,ketika seseorang berprofesi sebagai insinyur atau dokter berkomitmen yang menghabiskan sisa umurnya demi profesinya,maka ini pulalah maksud Allah ,"Wa laa tamutunna illa wa antum muslimuun"( jangan kamu mati ,kecuali dalam keadaan muslim ).
Islam ,bukan sebuah profesi. islam "sumber" kehidupan manusia. islamlah sesungguhnya ,yang memberikan sense of real life. pengalaman hidup mengatakan, betapa manusia di sekeliling kita semuanya sedang mencari kebahagiaan. tapi pada akhirnya ketika agama terabaikan, kehidupan mereka tidak akan menemukan real happiness,dan bahkan hanya penderitaan abadi di akhir –akhir penghidupan sehingga setelah kematiannya. inilah makna dari ayat ,"Istjibuu lillahi wa lir rasuuli idzaa da'aakum limaa yuhyiikum "(penuhi ajakan  Allah dan Rasul –nya ,jika kamu diundang kepada menghidupkanmu ).
untuk itu ,bukankah seharusnya disadari bahwa hidup secara islam mutlak lebih profesional, bukan serampangan dan setengah hati. pekerjaan yang setengah hati, sehebat apapun, tidak dapat dikategorikan sebagai profesionalme. untuk itu, jangan sampai islam yang sedemikian menentukan arah dan langkah kehidupan ini ,hanya diambil setengah hati (half heartedly),karena hanya mengantar kepada"langkah-langkah setan",sebagaimana dinyatakan dalam Al-quran ,"masukanlah ke dalam islam secara paripurna ,dan jangan kamu ikuti langkah langka setan ".ada beberapa ciri seorang muslim yang profesional ,antara lain :

pertama ,benar dalam keimanan (Aqidah)
Iman  dan aqidah adalah fondasi kehidupan berislam. jika islam dibaratkan sebuah bangunan, iman adalah fondasi yang diatasnya terbangun gedung islam yang megah. dalam Al-quran sendiri, kehidupan beragama (islam )diibaratkan," sebuah pohon yang baik (syajarah thayyibah ),yang akarnya (fondasinya) terhunjam kuat ke dalam tanah ,dan ranting rantingnya tinggi menjulang ke langit.  pohon yang baik ini selalu memberikan buah buahnya yang segar setiap saat dengan izin Allah" (ibrahim ;24-25)

Kedua ,Benar dalam Ibadah
Profesional muslim tidak akan memahami ibadah sebagaimana orang awam memahaminya. pemahaman yang dimaksudkan, bukan dari sudut pandang fiqih semata. tetapi yang terpenting adalah persepsi atau acara pandang tentang pengertian ibadah dalam islam itu sendiri .
Ibadah dalam islam tidaklah terbatas pada aktivitas aktivitas ritual semata ,seperti sholat ,puasa , zakat ,haji ,dan sebagainya . melainkan semua aksi, baik lahir maupun batin, jika dilakukan untuk mencari keridhaan Ilahi serta dilakukan sesuai dengan aturanya ,dikategorikan ibadah dalam kacamata islam .
Untuk itu, seorang muslim profesional, akan selalu memperbarui persepsinya tentang ibadah. dia tidak akan melakukan ibadah serampangan dan sembarangan, karena ibadah bersifat "tawaqquf ". Artinya ,dalam melakukan ibadah, seorang muslim akan selalu meningkatkan ilmunya, baik dan aspek fiqhnya maupun dalam aspek filosofis ibadah itu sendiri. sehingga, dalam beribadah, dia tidak terjatuh ke dalam praktek praktek bid'ah dan taqlid ,tapi juga tidak melakukannya tanpa visi yang jelas .

Ketiga ,Ilmu dan Pemikiran yang luas
Islam menekankan urgensi mendalami ilmu dan memaksimalkan pemakaian rasio dalam kehidupan. Kata terbesar kedua dalam Al-quran, setelah Allah,adalah kata kata yang terkait dengan akal". Tadabbur, ta'aqqul, ta'allum, tafakkur, dan semacamnya, terdapat di ribuan ayat ayat dalam  Al-quran.     
Semua  aspek islam menuntut kesadaran rasio dan ilmu. dalam masalah aqidah sekalipun, Allah memerintahkan untuk mendalaminya secara ilmu (fa'lam annahu laa ilaaha illa Allah). dalam ilmu ilmu fiqih,Rasulullah mengatakan," siapa yang dikehendaki baginya kebaikan,niscahya Allah akan menjadikannya faham  (yufaqqihhu)akan masalah akan  agama".
            Seorang muslim profesional akan selalu sadar akan urgensi ilmu dan pengembangan pemikiran yang luas .kenyatannya memang ,salah satu  yang menjadikan umat mudah terpecah dan bercerai- berai adalah kedangkalan ilmu dan kesempitan pemikiran . 

Keempat ,Kuat dalam karakter dan akhlaq
Akhlaq  dalam kacamata islam adalah sebuah keimanan.  iman tanpa akhlaq adalah ibarat pohon tanpa buah .oleh sebab itu ,rasulullah sendiri menegaskan ,"saya hanya diutus untuk menyempurnakan akhlaq  yang mulia.."beliau juga menegaskan ,"sebaik baik diantara kalian adalah yang termulia dalam akhlaqnya.

Kelima,Penggunaan waktu secara maksimal
Waktu bagi seorang muslim, tidak saja material sifatnya atau uang, melainkan hidup itu sendiri. menyia-nyiakan waktu adalah menyia –nyiakan hidup itu sendiri. itulah makna dari sabda Rasulullah ,"waktu ibarat pedang. jika kamu tidak memotongnya, kamulah yang terpotong ".

Kenam ,Disiplin yang Tinggi
Seorang muslim dituntut untuk selalu membenahi diri ,sehingga dalam kehidupannya teratur. muslim seharus tidak semrawut dalam menjalani hidupnya, karena salah satu  arti " Diin"adalah aturan  atau disiplin. maka beragama berarti memiliki keteraturan dalam hidup karena mengikuti kepada aturan hidup atau "Diin ". umar tidak berkehendak melarang seseorang untuk beribadah, tapi ibadah hendaknya dilakukan secara disiplin dan teratur tepat pada waktunya .
Seorang muslim profesional akan selalu menjaga kedisiplinan dan keteraturan hidupnya .Dia akan selalu melihat secara  jernih dari semua hal yang dilakukan, apakah telah sesuai secara substantif (berdasarkan Al-Quran dan Sunnah) dan realita ( sesuai konteks waktu dan tempatnya )

Ketujuh ,Sehat secara fisik             
"ada dua hal yang manusia selalu gagal mensyukurinya,yaitu kesehatan dan waktu ",kata Rasulullah saw..islam menghendaki seorang muslim untuk sehat, tidak secara  ruhani, tapi juga jasmani. dalam hadist di sebutkan, "Seorang muslim yang kuat akn lebih baik dan dicintai Allah dari pada mu'min yang lemah.Walau pada keduanya ada kebaikan".

Kedelapan,Memiliki Pengahasilan Memadai
Muslim profisional akan memiliki penghasilan demi menompang hidup diri dan keluarganya. Target islam bukan kaya.Menurut konsep islam "Kekayaan bukan bukan dengan banyaknya  harta benda.Tapi kaya itu adalah kaya jiwa".
Namun demikian, islam juga tidak menghendaki pemeluknya untuk menjadi beban orang lain. islam menganggap kefakiran itu sebuah ancaman yang serius."Hampir saja  kefakiran itu mengantarkan kepada kekufuran,"kata Rasulullah. Hakikat inilah yang di pahami oleh Ali bin Abi Tholib, sehingga menegaskan,"Kalau seandainya kemiskinan itu berwujud manusia,maka pastilah aku membunuhnya."
Yang dimaksud dengan penghasilan dalam islam adalah walau sedikit tapi cukup. banyak tapi tidak cukup tidak akan memberikan apa apa. sekali lagi, Rasulullah mengingatkan,"lihatlah kepada siapa yang kurang dan bukan kepada siapa mereka yang berlebihan." Tapi pada saat yang sama, beliau mengingatkan,"Tangan yang di atas (memberi) itu lebih baik dari pada tangan di bawah (mengemis)."
Demikianlah delapan karakteristik muslim profisional. Muslim yang memang menjadikan islam sebagai komitmen hidup dan matinya. Sebagaimana Allah swt. serukan,"Wahai orang orang yang beriman,bertaqwalah kamu kepada Allah dengan taqwa yang sebenar benarnya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (Ali Imron :102).Begi pula titah- Nya,"Wahai orang orang yang beriman,masuklah kamu ke dalam islam secara menyeluruh,dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu adalah musuh kamu yang nyata." (Al-Baqarah :208)            
                                  

0 Response to "Menjadi Muslim Profesional"

Post a Comment