Sedekah dan Keutamaannya

Oleh : Satria Hibatal Azizy

Pada zaman modern ini, umat Islam telah banyak diuji dengan berbagai macam permasalahan, mulai dari bencana alam di mana-mana, kemiskinan yang merajalela hingga bentuk-bentuk tantangan dakwah yang telah membuat sebagian umat Islam teruji sedemikian rupa. Di sini umat Islam memerlukan suatu gerakan yang setidaknya dapat membuat mereka lulus melewati ujian-ujian yang diberikan Allah SWT.  Salah satu dari gerakan yang dapat mewujudkan hal tersebut adalah gerakan sedekah.
Untuk pengertian sedekah sendiri, banyak terjadi perbedaan di kalangan ulama’. Menurut Wahbah Zuhaili, sedekah adalah pemberian harta kepada orang-orang fakir, orang yang membutuhkan, ataupun pihak-pihak lain yang berhak menerima shadaqah, tanpa disertai imbalan. Kemudian menurut Zallum, sedekah di sini identik dengan zakat. Hal ini dikarenakan ada beberapa lafazh shadaqah dalam Al-Qur’an dan hadits nabi yang berarti zakat. Misalnya firman Allah SWT : “Sesungguhnya zakat-zakat itu adalah bagi orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil-amil zakat …” (QS At Taubah : 60). Dalam ayat tersebut, “zakat-zakat” diungkapkan dengan lafazh “ash shadaqaat”. Begitu pula sabda Nabi SAW kepada Mu’adz bin Jabal RA ketika dia diutus Nabi ke Yaman :
“…beritahukanlah kepada mereka (Ahli Kitab yang telah masuk Islam), bahwa Allah telah mewajibkan zakat atas mereka, yang diambil dari orang kaya di antara mereka, dan diberikan kepada orang fakir di antara mereka…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pada hadits di atas, kata “zakat” diungkapkan dengan kata “shadaqah”. Sedangkan ada pendapat lain yang mengutarakan bahwa shadaqoh adalah sesuatu yang ma’ruf (benar dalam pandangan syara’). Pengertian ini didasarkan pada hadits shahih riwayat Imam Muslim bahwa Nabi SAW bersabda : “Kullu ma’rufin shadaqah” (Setiap kebajikan, adalah sedekah).  Berdasarkan pengertian  ini, maka menghindari perbuatan maksiat adalah sedekah, memberi nafkah kepada keluarga adalah sedekah, beramar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah dan tersenyum kepada sesama muslim pun adalah juga sedekah.
Dari pendapat-pendapat di atas dapat kita simpulkan bahwa sedekah tidak hanya terikat pada hal-hal yang bersifat materi saja, namun sedekah juga mencakup hal-hal yang bersifat moral dan spiritual yang sesuai dengan syariat Islam.
Jenis-jenis Sedekah
Menurut definisi di atas, sedekah dapat kita bedakan dalam dua jenis, yaitu sedekah materi dan sedekah non materi
1.   Sedekah Materi
Sedekah materi di sini dapat berupa beberapa hal, antara lain:
a.  Zakat
“Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat) itu adalah bagi orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil-amil zakat …” (QS At Taubah : 60)
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, sedekah yang dimaksud dalam ayat ini adalah zakat. Zakat sendiri adalah sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula. Zakat tersebut hukumnya adalah wajib bagi yang telah mencapai haul dan nisab.
b.         Menafkahkan Harta di Jalan Allah
Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, berinfaklah (nafkahkanlah hartamu di jalan Allah), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)
Melalui hadits qudsi ini, Allah SWT telah memerintahkan umatnya untuk menginfakkann harta yang dimilikinya di jalan Allah SWT. Di sini, harta yang diinfakkan tersebut hukumnya sunnah. Contoh dari menafkahkan harta di jalan Allah antara lain infaq pembangunan musholla, menyantuni anak yatim dan menafkahi istri, sebagaimana sabda Nabi SAW:
Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari).
2.      Sedekah Non Materi
Bentuk sedekah non materi ini sangatlah beragam, antara lain:
a.       Bekerja dengan ketrampilan tangan, menolong orang yang sedang teraniaya, amar ma’ruf nahi munkar dan mencegah diri dari berbuat kejahatan.
Dalam suatu riwayat dikisahkan:
Tiap muslim wajib bersedekah. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersedekah.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits ini, terlihat bahwa Rasulullah SAW tidak ngin membebani umatnya dengan hal-hal materiil, namun Beliau ingin agar umatnya menyedekahkan apa yang memang mampu disedekahkannya walaupun hanya menjauhkan diri dari kejahatan.
b.      Memberikan senyum kepada kawan
Nabi Muhammad SAW bersabda:
Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sedekah. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad).
Dalam hadits ini, Allah SWT memberikan kemudahan bagi umatnya dalam bersedekah. Cukup dengan memberikan senyum kepada kawan, maka sudah dapat disebut sedekah dan dapat meraih pahala dari Allah SWT.

Keutamaan Sedekah
Setelah kita bahas panjang lebar mengenai sedekah, ada baiknya kita mengetahui keutamaan apa saja yang dimiliki oleh sedekah. Di antara keutamaan-keutamaan sedekah antara lain:
1.      Dilipat gandakan pahalanya sebanyak tujuh ratus kali lipat.
Allah SWT bersabda:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) (QS. Al-Baqarah: 261)
Dalam ayat ini, Allah SWT memberikan ganjaran yang berlipat-lipat kepada orang yang bersedekah. Dan Allah SWT tidak hanya melipat gandakannya satu atau dua kali, melainkan tujuh ratus kali. Di sini terlihat bahwa sedekeh merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT.
2.      Sebagai penghalang bencana
Dari Ali r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi sedekah.”
Rasulullah SAW bersabda “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana” (HR. Ath-Thabrani)
3.      Amalan yang tidak putus pahalanya walaupun orang yang beramal tersebut sudah meninggal
Nabi Muhammad SAW bersabda:
Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)
4.      Dapat memperpanjang umur
Nabi Muhammad SAW bersabda:
Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi)
Hal-hal yang berkaitan dengan umur manusia memang merupakan hak mutlak Allah SWT. Namun di sini Rasulullah SAW memberikan suatu petunjuk bahwa di antara salah satu fadhillah sedekah adalah dapat memperpanjang umur. Kata-kata “kebajikan” di sini dapat diartikan sedekah.
Dari pemaparan di atas, dapat kita simpulkan bahwa sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan juga rasulNya Muhammad SAW. Kita sebagai umat Islam harus meneladani dan mengamalkan sedekah dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan terlepas dari pemaparan di atas, kita senantiasa harus tulus ikhlas dalam bersedekah di jalan Allah SWT, wallahu a’lam bi-sh-showab.

1 Response to "Sedekah dan Keutamaannya"

  1. Partisipasi dan amal jariyah dalam perluasan dan pembangunan masjidil
    haram dan masjid Nabawi

    1. Niat Ibadah ( dari Allah,Karena Allah dan untuk Allah)
    2. Membawa beberapa batu kerikil kecil yang Haq dari tanah air
    3. Point no 2 dapat dibawa sendiri/ dititipkan kepada Jamaah yang akan
    berangkat Umroh dan Haji
    4. Batu kerikil diletakkan diarea yg sedang dibangun/di Cor semen
    5. Atau dititipkan kepada pekerja pembangunan agar diletakkan ditempat
    tersebut
    6. Mudah-mudahan Allah Ridho dengan apa yang kita kerjakan

    * Umumnya waqaf qur'an
    * Tidak ada kotak amal di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
    * Mungkin Batu kerikil tidak berarti untuk sebagian orang,akan tetapi
    jika diletakkan di kedua Masjid tersebut,paling tidak batu kerikil ini
    akan menjadi bagian terkecil dari bangunan tersebut.
    * Moment Perluasan dan Pembangunan Masjidil haram dan Masjid Nabawi

    ReplyDelete