Sekilas Tentang Munculnya Akidah Filsafat Islam


Filsafat yang tak bisa terpisahkan dari akidah dalam islam lahir sebagai prinsip hidup seorang muslim dalam membuka mata cakrawala untuk bisa memahami tentang konsep ilmu. Filsafat islam takkan bisa muncul tanpa adanya Al Qur’an sebagai landasan utama konsep wahyu yang merupakan petunjuk dan hidayah bagi manusia dalam mengarungi hidup yang memungkinkan manusia akan kehilangan arah dan hancur jika tanpa adanya Al Qur’an.
Akidah yang merupakan pilar utama dalam mempelajari Filsafat, hal itu dibuktikan dalam perjalanan para ilmuan muslim dalam membangun konsep ilmu yang berawal dari Al – Suffah (beranda masjid). Dimana pada zaman Rasullullah SAW hidup banyak memberikan kajian kepada para sahabat tentang keilmuan dalam Islam yang kemudian para sahabat yang ikut bersama Nabi dalam mengkaji Ilmu dalam Islam disebut dengan Ashabu Al – Suffah. Pada awal mulanya Ilmu dalam Islam lahir dari ilmu fiqih sebagaimana dikatakan oleh Oliver Leamen dia adalah penulis buku tentang Filsafat Islam, yang mana dalam Islam fiqih tersebut mengandung arti Tafaqqahuu fi Al – Diin. Yang kemudian terpisahlah ilmu-ilmu lainnya dari wilayah ilmu fiqih yang banyak berbicara tentang hukum dalam Islam, hal itu dikarenakan adanya kronologi lahirnya ilmu dalam Islam. Kronologi tersebut yaitu :
1)      Problematic stage. Yaitu dimana ilmu lahir disebabkan banyaknya permasalahan dalam kehidupan yang membutuhkan filsafat dalam memberikan solusi terhadap masalah-masalah tersebut, lalu para ilmuan Islam pun mulai mencari Ilmu yang mampu untuk meyelesaikan permasalahan itu semua. Lalu disebut juga masa ini dengan masa mencari ilmu bagi para sahabat yang merupakan ilmuan Islam.
2)      Diciplinary stage, yang mana masa ini disebut juga sebagai zaman penaklukan. Yaitu, dimana ilmu islam yang berawal dari ilmu fiqih yang dalam artian Tafaqqahuu fi Al-diin di satu sisi harus membicarakan persoalan tentang hukum dan di lain sisi juga harus menyelesaikan persoalan penciptaan alam semesta, akhlak, manusia dan lain sebgainya. Lalu terbentuklah komunitas keilmuan sesuai dengan bidang kajian dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan.
3)      Naming stage, yaitu dimana para sahabat dan ilmuan islam lainnya memberikan nama atas ilmu yang mereka gunakan pada satu bidang dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul sebagai awal mula lahirnya ilmu dalam islam. Proses ini dibentuk setelah terbentuknya konsep-konsep ilmu dalam Islam dan disiplin ilmu dalam Islam, yang mana itu telah terbentuk pada masa diciplinary stage.
Dalam kronologi lahirnya ilmu dalam Islam ini, para sahabat dan  ilmuan Islam banyak berbicara tentang Tuhan, manusia, akhlak, hukum, dan berbagai hal lainnya yang bersifat universal. Dimana persoalan tersebut merupakan objek kajian dalam filsafat yang tak pernah bisa menghilangkan Konsep Tuhan didalamnya. Berbeda dengan para ilmuan Yunani dalam filsafat. karena mereka tak pernah memasukkan konsep Tuhan dalam filsafat serta ilmu pengetahuan lainnya, dan faktor lain juga dikarenakan para filosuf yunani masih berputar-putar dalam membicarakan konsep Tuhan yang mereka coba temukan dan mereka fahami keberadaan-Nya lewat ciptaan Tuhan. Padahal dalam Islam Allah telah memperkenalkan diri dan keberadaan-Nya dalam Al Qur’an. Dan Konsep Tuhan dan Konsep wahyu dalam Al Qur’an itulah merupakan sebuah bentuk dari tak bisa terpisahnya akidah dengan filsafat bahkan dengan ilmu – ilmu yang lainnya dalam Islam.
            Dengan itu maka lahirlah filsafat Islam yang merupakan cakupan dari Ilmu Fiqih karena adanya filsafat hukum dan logika hukum ( ilmu Mantiq ), ilmu kalam karena objek yang dibahasnya adalah objek kajian filsafat itu sendiri, dan ilmu tasawwuf yang membicarakan tentang Tuhan, Alam dan Manusia.  

0 Response to "Sekilas Tentang Munculnya Akidah Filsafat Islam"

Post a Comment