Sepuluh Aib Maksiat


Ada sepuluh aib maksiat yang perlu kita waspadai. Cukuplah satu untuk mengalihkan kesadaranmu. Cukuplah tusukan duri, melilitnya perut, sariawan di mulut, pikiran yang kalut untuk menginstal kesadaran, sebelum maut menjemput.
1.      Bila seseorang hamba berbuat maksiat berarti ia telah menjadikan Allah murka kepadanya, dan Dia Maha Kuasa untuk menurunkan hukukman-Nya setiap saat.
2.      Sesungguhnya dia telah mendekatkan dirinya kepada orang yang paling dimurkainya, yaitu Iblis musuh Allah dan musuhnya.
3.      Ia telah menjauhkan diri dari tempat yang paling baik, yakni surga.
4.      Ia telah mendekatkan dirinya kepada tempat yang paling buruk, yakni Jahannam.
5.      Sesungguhnya ia telah berlaku kasar kepada orang yang paling dia cintai, yaitu dirinya.
6.      Ia tealah menodai dirinya padahal Allah Ta’ala telah menciptakannya dalam keadaan bersih.
7.      Ia telah menyakiti sahabat-sahabatnya yang biasa tidak menyakitinya dan merekalah yang menjaganya.
8.      Ia telah membuat sedih Nabi Muhammad SAW dalam kubur.
9.      Bumi, malam dan siang hari, menjadi saksi baginya dan telah menjadikan sedih mereka.
10.  Ia telah berkhianat kepada semua makhluk, manusia yang lainnya. Adapun khianatnya kepada manusia karena kalau ada salah seorang mengambil kesaksiannya, maka orang itu akan mengurungkan permintaan kesaksian kepadanya karena dosa yang telah dilakukannya. Sedangkan khianatnya kepada makhluk lain karena kemaksiatan yang terjadi menjadikan hujan berkurang, dengan demikian ia telah berkhianat kepada seluruh makhluk.
Saudaraku, jauhilah olehmu segala dosa karena setiap dosa ada aib-aib ini, dan keselamatannya adalah bentuk perbuatan aniaya terhadap diri sendiri (Nashr bin Muhammad as-Samarqandhi).

“Dan berbekallah, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa.”
(Al-Baqarah:197)
“Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.”
 (Al-Insan: 9)

0 Response to "Sepuluh Aib Maksiat"

Post a Comment