Bagaimana Menyikapi Mimpi?

Assalamu'alaikum...
Malam sobat blogger, hampir 2 minggu saya tidak update posting. Maklum, ditinggal mudik ke kampung, di rumah nggak ada internet, mau ke warnet nggak ada motor. Alhasil, 2 minggu terlewat tanpa postingan satupun. Alhamdulillah, sekarang saya bisa posting lagi. Baik sobat blogger, kali ini saya akan membahas sedikit tentang mimpi. Bagaimana kita menyikapi mimpi? baik mimpi baik atau pun mimpi buruk.

Kata orang, mimpi ada bunga tidur. Ya bisa jadi kalo mimpinya indah. Kalo mimpinya buruk, ya jadi hama tidur, hehehee. Saya termasuk orang yang sering bermimpi aneh bin ajaib. Mimpi saya selalu ada hubungannya dengan orang-orang disekeliling saya. Pernah saya bermimpi bertemu dengan teman saya yang sudah meninggal, dan itu terulang hingga empat kali. Saya tidak tahu apakah ada pesan tersirat dalam mimpi itu atau tidak.


Nah, kaitannya dengan hal itu, mungkin para pembaca yang budiman juga pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Lantas, bagaimana cara kita menyikapi mimpi-mimpi tersebut?
Dalam suatu hadits Rasulullah SAW dikatakan: "Apabila zaman semakin dekat, hampir-hampir mimpi seorang muslim tidak mengandung kebohongan. Orang yang paling jujur dalam mimpinya adalah yang paling jujur dalam bercerita. Mimpinya seorang muslim adalah bagian dari empat puluh lima bagian kenabian. Mimpi itu ada tiga macam: mimpi baik dan itu adalah kabar gembira dari Allah. Mimpi jelek berupa kesedihan dari setan. Dan mimpi kosong dari perasaan jiwa seseorang: (H.R. Bukhari).

Dalam hadits diatas, dapat disimpulkan bahwa mimpi itu ternyata ada tiga macam, dan kita tentunya pernah merasakan semuanya itu. Untuk menyikapinya, Islam telah mengulasnya secara jelas dan ringkas. Islam adalah kehidupan, artinya, segala kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak, semuanya ada aturan-aturannya, bahkan sampai hal terkecil seperti mimpi. 

jika kita bermimpi baik atau indah, hendaknya kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat berupa mimpi indah. Sudah tentu mimpi itu datangnya dari Allah, dan hendaknya kita berdo'a agar mimpi indah itu dapat terwujud di kehidupan nyata. juga tidak ada salahnya jika kita menceritakan mimpi indah itu kepada orang-orang yang kita cintai. "Jika salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang ia sukai, sesungguhnya itu berasal dari Allah, Maka hendaklah ia memuji-Nya dan menceritakan mimpi itu" (H.R. Bukhori dari Abu Sa'id Al-Khudri).

Namun sebaliknya, jika kita bermimpi buruk, janganlah sekali-kali menceritakan mimpi tersebut kepada orang sembarangan, kecuali kepada orang yang alim yang sekiranya bisa menasehatinya. Ingat, dilarang mentakwilkan mimpi tanpa seenaknya. Karena bisa jadi mimpi itu jadi kenyataan, kecuali jika Allah berkehendak lain. Riwayat dari Abu Dawud dan Ibnu majah dari Abu Razin menggarisbawahi hal itu. Disebutkan bahwa mimpi itu berada di kaki burung selama tidak ditakwilkan. Maka jika ditakwilkan, niscaya ia akan terjadi. Rasulullah pun memunta agar tidak menceritakannya kecuali pada golongan yang terpercaya dan terjamin kualitas keilmuan dan pribadinya. Selain itu, jika kita mimpi buruk, hendaknya kita segera berwudlu, karena mimpi itu berasal dari setan.

Semoga postingan ini bermanfaat. Oya, di awal 2012 lalu, saya semapt membuat blog tentang mimpi, namanya sirajamimpi.blogspot.com. Blog itu berisi kumpulan mimpi-mimpi unik saya. Sekitar 10 mimpi sudah saya posting disana. Tapi suatu hari, saya membaca tulisan di koran harian bahwa menceritakan mimpi, khususnya mimpi buruk sembarangan itu dilarang. Akhirnya langsung saya hapus blog itu. heheeee...
Good night sobat, sukses selalau!
Wassalam... 


Sumber:


2 Responses to "Bagaimana Menyikapi Mimpi?"

  1. Saya kok ga pernah terpengaruh dengan mimpi. Malah rasanya jarang sekali bermimpi kalau tidur.

    ReplyDelete
  2. @Niken Kusumowardhanitemen saya juga ada loh yang jarang mimpi, malah katanya dalam setahun gak pernah mimpi...
    heheheee

    ReplyDelete