Nalar Kritis Syari’ah

Judul : Nalar Kritis Syari’ah
Penulis : Muhammad Said Al-Asymawi
Penerbit         : LKiS Yogyakarta
Cetakan         : Cetakan I, Januari 2004
Halaman         : 242 halaman

Syariat bukanlah kaidah-kaidah, aturan-aturan, dan hukuman-hukuman, melainkan spirit yang menembus inti segala sesuatu. Sebuah spirit yang berkelanjutan dalam menciptakan aturan-aturan baru, melakukan pembaruan-pembaruan dan interpretasi-interpretasi modern. Ia adalah sebuah gerak langkah dinamis yang selalu membawa manusia pada tujuan-tujuan yang benar dan orientasi-orientasi yang mulia supaya mereka tidak terjebak ke dalam teks, terkoyak dalam lafal, dan tenggelam dalam ungkapan.

Salah satu ungkapan penulis yang saya kira penting untuk direnungkan adalah “Tidak ada kehendak jika tidak ada kejabariahan, dan tidak ada akal ketika ada keputusan Tuhan (qadha’)”. Dari pemahaman saya, dia seorang Liberal yang menganggap bahwa syariat islam tidak wajib untuk diikuti, karena hakikatnya syariat itu tidak dapat diketahui oleh sembarang orang. Hanya orang-orang terpilihlah yang dapat memahaminy secara mendalam. 

Dalam al-Qur’an berbagai ayat diulang-ulang yang mengatakan bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahui (aktsar an-naas laa ya’lamuun), dan bahwa kebanyakan manusia tidak beriman (aktsar an-naas laa yu’minuun). Hal itu seolah-olah dimaksud bahwa pengetahuan tentang hakikat itu hanya untuk orang khusus, dan bahwa kemurnian iman tidak dimiliki oleh setiap manusia.

Buku ini juga membahas dengan rinci dari makna kata “syariat”, sejarah syari’at, prinsip-prinsipnya dan segala yang berkaitan dengan syari’at sesuai dengan pemikiran liberalnya. Bahkan, dalil-dalil al-Qur’an pun ditafsirkan seenaknya sendiri. 

Isi buku ini memang sangat kontroversial dengan pemikiran muslim yang lurus, tapi saya kira dapat dijadikan rujukan untuk mengetahui cara berpikir kaum liberal dan gagasan-gagasan yang sedang diusungnya. Saran saya bagi orang awam, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan/setuju dengan apa yang ditulis si penulis. Ada baiknya didiskusikan dengan kawan yang sudah berwawasan luas. Karena dampaknya bisa berbahaya, ketika membaca buku ini yang dilengkapi dengan dalil-dalil dari al-Qur’an disertai Injil, terasa sangat masuk akal. Maka, tetaplah waspada terhadap buku ini juga buku-buku yang ditulis oleh Muhammad Said Al-Asymawi.

0 Response to "Nalar Kritis Syari’ah"

Post a Comment