Toleransi Beragama Mahasiswa

Penulis : H. Bahari, M.A
Penerbit         : Maloho Jaya Abadi Press, Jakarta
Cetakan         : Cetakan I, 2010
Halaman        : 172 halaman

Indonesia adalah negara yang majemuk dan memiliki agama yang beraneka ragam. Umat berbeda agama hidup saling berdampingan. Maka, sikap toleransi sudah seharusnya diterapkan untuk menjaga keharmonisan kemasyarakatan. Bahkan perlu dibina sejak dini. Dalam realitasnya, masih ada saja konflik akibat intoleransi sampai saat ini. Berbagai lapisan masyarakat, mungkin juga termasuk mahasiswa. Padahal, semestinya, kenyataan adanya perbedaan agama, paham, penafsiran dan organisasi keagamaan haruslan diterima sebagai kenyataan yang harus diterima. 

Buku ini menjelaskan sikap para mahasiswa terhadap sesama kawannya yang berbeda agama di tujuh universitas di Indonesia. Yaitu di UDAYANA, UNDANA, UNHAS, UI, UNDIP, UNPAD, dan UGM. Baik dari factor hasil belajar, keikutsertaan dalam organisasi, dan lingkungan pendidikan. Dengan mengambil sampel dari kejadian atau konflik persengketaan antar umat beragama di universitas-universitas tersebut, diketahui bahwa memang dibutuhkan pendidikan memahamkan para mahasiswa tentang pentingnya toleransi antar umta beragama. Sebagai contoh bentrok yang terjadi di Sulawesi Selatan, bentrok antara mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik Universitas 45 Makassar yang terjadi tanggal 19 November 2008. akibat tawuran tersebut, seorang mahasiswa bernama Mursal luka berat karena tikaman di bagian leher dan anak panah juga menancap di sekitar perutnya, sedangkan dua mahasiswa lain mengalami luka ringan. Itu baru satu contoh, masih banyak contoh lainnya dipaparkan dalam buku ini. 

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari buku ini adalah: pertama, kepribadian mahasiswa tidak memiliki pengaruh langsung terhadap hasil belajar pendidikan agama, tetapi kepribadian mahasiswa akan lebih efektif peranannya terhadap hasil pendidikan agama jika mahasiswa terlibat dalam organisasi. Secara umum, kepribadian, keterlibatan rganisasi, hasil belajar dan lingkungan pendidikan mempunyai pengaruh langusng terhadap toleransi beragama. Dan lingkungan pendidikan mempunyai pengaruh langsung terbesar terhadap toleransi beragama. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variable lingkungan pendidikan merupakan variable yang paling dominan berpengaruh langsung terhadap toleransi beragama mahasiswa di perguruan tinggi. Dengan kata lain, toleransi beragama pada mahasiwa di perguruan tinggi dapat meningkat jika didukung atau ditumbuhsuburkan oleh lingkungan pendidikan yang kondusif. 

Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh semua kalangan, khususnya mahasiswa. Sebab tidak semua mahasiswa mengerti arti toleransi dan cara pengaplikasiannya. Dengan berbagai data konkrit yang ada, disertai cara penyelesaiannya, menjadikan buku ini mudah dipahami dan hasilnya dapat diterapkan oleh para mahasiswa itu sendiri atau oleh para pendidiknya. 

0 Response to "Toleransi Beragama Mahasiswa"

Post a Comment