8BmEg4v8P7uY0xxaFhXUJ46gPclAwvFkbC47Z6LN
Bookmark

Amalan Rasulullah Pada 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Saat ini kita memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan 1441. Tentunya, harus lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas amal ibadah kita. Bukan malah sebaliknya, di awal Ramadhan sangat bersemangat, tapi di akhir malah loyo. Mengutip kiasan yang disampaikan Ustadz Dr. Firanda Andirja, bahwa ibadah di bulan Ramadhan ini ibarat lomba lari maraton. Di awal biasa saja, karena mengumpulkan kekuatan. Nanti, ketika di akhir sebelum garis finish baru full power dikerahkan agar bisa husnul khotimah.

Amalan Rasulullah di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Rasulullah SAW selalu menjadi teladan dalam hal apapun, termasuk aktifitas yang beliau lakukan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Beliau sangat mengagungkan 10 hari terakhir bulan penuh berkah ini. Allah SWT sendiri bersumpah pada surat Al-Fajr ayat ke-2:

وليال عشر
Dalam ayat tersebut Allah bersumpah atas 10 malam. Menurut sebagian mufassir, yang dimaksud di sana adalah 10 malam pertama Bulan Dzulhijjah. Tapi, sebagian mufassir lainnya mengatakan bahwa artinya adalah 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Ini dirajihkan oleh Syekh Muhammad bin Shaleh Al-‘Utsaimin. Apa saja amalan yang dilakukan Rasulullah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan? Berikut ulasannya..

1. Melakukan I’tikaf

Sebagaimana hadits dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiallahu’anha, beliau berkata: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan iktikaf pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau melakukan iktikaf setelahnya”.
Hadis lainnya dari Aisyah Radhiallahu’anha, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan pada waktu-waktu lainnya”. Terdapat pula hadis lain dari Aisyah RA, beliau berkata: “Nabi shallallahu’alaihi wasallam apabila memasuki sepuluh malam terakhir, beliau mengikat sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan istri-istrinya (untuk shalat malam)”.

2. Memperbanyak Do’a

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa pada setiap waktu, terlebih di bulan Ramadhan, dan terutama lagi pada sepuluh malam akhirnya, di malam-malam ganjilnya.

Adapun doa yang dianjurkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seperti yang dikabarkan oleh Ummul Mukminin Aisyah RA berikut ini: “Wahai Rasulullah, seandainya aku bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, doa apa yang aku katakan? “Beliau SAW berkata, Katakan: 

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf, maka maafkanlah aku”

3. Shalat Malam

Qiyamul Lail adalah salat malam yang dikerjakan setelah salat fardhu Isya hingga terbit fajar. Di bulan Ramadhan, sاalat malam ini disebut dengan istilah Qiyam Ramadhan di antaranya salat Tarawih, Witir, Tahajjud dan salat sunnah lainnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang sاalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap ridha Allah maka akan diampuni dosanya yang telah lalu”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

4. Membaca al-Qur’an

Ramadhan merupakan bulan Al-Qur’an karena di bulan inilah Allah Ta’ala menurunkan Al-Qur’an Al-Karim. Sebagaimana firman Allah: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…” (QS. Al-Baqarah: ayat 185) (Baca Juga: Kencangkan Sarung, Berikut Tips 10 Malam Terakhir Ramadhan)
Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan sangat ditekankan Rasulullah SAW. Salah satu keutamaan membaca Quran di bulan Ramadhan adalah dilipatgandakan pahalanya. Jika 1 huruf diganjar 10 kebaikan (rahmat) dari Allah, maka pada bulan Ramadhan, ganjarannya bisa sampai 700 kali lipat.

5. Bersedekah

Rasulullah SAW menyifati bulan Ramadhan dengan ‘Syahr Muwasah’, bulan untuk saling membantu sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya. “Mencari-cari dan memperhatikan fakir miskin dan memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan orang yang membutuhkan adalah ketaatan yang paling utama dan kebaikan yang paling indah.”
Dalam hadis lain dikatakan: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah kebahagiaan yang engkau masukkan ke dalam hati seorang muslim, atau engkau menyingkirkan darinya kesusahanya, atau engkau mengusir rasa lapar darinya, atau engkau melunasi utangnya.” (HR At-Thabrani)
Demikian amalan Rasulullah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Semoga kita bisa meneladani beliau sehingga bisa mendapatkan lailatul qadar dan digolongkan ke dalam orang-orang yang bertaqwa sesuai janji Allah SWT dalam surat al-Baqarah: 183. Wallahu a’lam bishshawab.
Posting Komentar

Posting Komentar