Liberalisasi Islam di Indonesia oleh Madzhab Ciputat

0

Judul               : Liberalisasi Islam di Indonesia oleh Madzhab Ciputat

Judul asli         : Dekonstruksi Islam, Madzhab Ciputat

Pengarang       : Nurcholis Madjid, dkk.

Penerbit           : Zaman Wacana Mulia

Tahun              : 1999

Penulis : Kharis Majid, M.Ag.

Sikap seorang yang intelektual apabila dia berada pada zaman yang berbeda dengan masanya maka akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang baru, yang beranggapan bahwasanya ilmu akan berkembang menyesuaikan zamannya. Hal tersebut menjadi sangat problematic ketika diusung dalam ranah keagamaan, yang pada khususnya Islam sebagai kajiannya.

Di dalam buku ini merupakan kumpulan artikel dari tokoh-tokoh liberal Indonesia, yang secara umum menyatakan bahwa Islam yang ada pada zaman dahulu (zaman Nabi dan Ulama terdahulu) sudah tidak relevan lagi pada saat ini, para kaum liberal ini berpandangan bahwa generasi yang ada pada masa yang akan datang akan membawa pembaharuan yang menyesuaikan zamannya. Jadi umat Islam jangan terlalu jumud dalam berfikiran yang hanya berlandaskan pada madzhab Islam tradisional.

Maka mereka menawarkan suatu pemikiran yang mengusung faham liberalisasi, yang mana menafsirkan bahwa Islam harus relevan pada zaman sekarang karena Islam yang lama sudah tidak relevan lagi, sehingga dari leberalisasi muncul dekonstruksi Islam. Madzhab Ciputat yaitu madzhab yang menggerakkan pemikiran keapada dekonstruksi wacana keislaman yang memicu munculnya modernisme dan postmodernisme. Yaitu untuk menuju kepada rekonstruksi konseptual dan pendakian rohani menuju realitas yang absolute.

Seperti halnya yang dikatakan Nurcholis Madjid; pembacaan dan pemaknaan masa lalu hanya mencari otoritas adalah tidak benar, sebab masa lalu tidak selamanya absah dan otentik, hal demikian berlandaskan pada dalil ulama: Memelihara yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.

Buku ini sangat tidak bisa dipertanggung jawabkan, karena sudah memandang bahwa ajaran Islam hanya ortentik di masa diturunkannya Islam, maka Islam yang sekarang perlu di deskonstruksi dan membuat Islam yang baru. Faham ini tidak benar karena madzhab Ciputat ini tidak memahami Islam secara luas dan mendalam. Islam adalah rahmatan lil alamin, benar di setiap waktu dan tempat, kita harus berterimakasih kepada para ulama yang terdahulu yang telah berijtihad melaui proses yang sangat luar biasa, sehingga muncullah empat madzhab tersebut.

Maka, pernyataan yang mengatakan bahwa Islam dan syariat tidak otentik lagi adalah akal-akalan orang yang akan mendekonstruksi Islam dari dalam, yang memakai metodologi Barat dalam menghancurkan greja. Maka dari sinilah muncul liberalism, pluralism, kesetaraan, feminisme, metode hermeneutika,rasionalisme, empirisme, relativisme, anti otoritas dsb, yang tidak lain akibat dari faham Skulerisme.

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)