Korelasi Shalat Berjamaah dan Kepemimpinan

Korelasi Shalat Berjamaah dan Kepemimpinan - Kali ini kita akan sedikit berbincang tentang korelasi antara shalat berjamaah yang biasa kita -ummat Islam- kerjakan sehari-hari dengan teori kepemimpinan. Kepemimpinan ini bisa dalam lingkup yang kecil, sedang atau terbesar sekalipun. 

Shalat yang diperintahkan Allah kepada hambanya tidak sekedar perintah yang tidak ada artinya. Jika kita telaah lebih mendalam, kaidah-kaidah dalam shalat berjamaah merupakan kaidah yang tepat dan sepadan dengan kepemimpinan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini kita paparkan satu persatu:

Pertama, pemilihan seorang imam shalat. Dalam pemilihannya, Islam memerintahkan kita untuk memilih yang paling baik bacaan al-Qur'annya. yang memahami isi kandungan al-Qur'an dan hadits Nabi. Demikian pula dalam kepemimpinan, tidak sembarang orang dapat menjadi pemimpin suatu kaum. Dalam kehidupan bernegara, pemimpin tidak dipilih secara acak, tapi ada dengan pemilihan dan tentu tidak sembarang memilih. Yang memilih bisa orang-orang yang paling tahu mana yang terbaik di antara mereka, ada juga yang menggunakan pemilihan umum atau dipilih langsung oleh rakyatnya. Dan orang yang dipilih jadi pemimpin itu tidak orang bodoh dan tidak berpendidikan. Atau seorang koruptor kakap atau preman terminal. Seorang pemimpin itu harus orang yang tegas, baik, jujur, adil dan diperkirakan dapat menjalankan amanah rakyat dengan sebaik-baiknya.

Kedua, ketika sang imam sudah terpilih dan mulai menjalankan shalat, semua makmum wajib mengikuti gerakan shalat imam. Bahkan ketika si makmum belum tuntas menyelesaikan bacaannya, ia harus segera mengikuti gerakan si imam. Harus segera, tidak boleh mendahului dan tidak boleh tertinggal jauh. Ini juga masuk dalam kriteria kepemimpinan dalam suatu masyarakat. Karena sudah terpilih sebagai pemimpin, maka semua rakyat wajib mengikuti apa yang diperintahkan oleh pemimpinnya. 

Ketiga, kita lihat ketika si imam salah gerakan atau bacaan shalatnya, maka di antara makmum ada yang harus menegurnya. Biasanya si makmum akan bilang "subhanallah" untuk mengingatkan imam bahwa gerakan/bacaannya salah. Dan si imam harus mau ditegur dan memperbaiki kesalahan atau bacaannya yang salah. Dalam kepemimpinan, si pemimpin juga harus siap untuk dikoreksi oleh rakyatnya. Pemimpin yang baik itu digambarkan oleh akhlaknya Abu Bakar ketika menjadi pemimpin umat pada waktu itu, ia berkata :"Jika kalian melihat kebaikan padaku, maka ikutilah aku. Tapi jika kalian melihat suatu keburukan aku, maka tegurlah aku".

Keempat, ketika tengah memimpin shalat berjamaah si imam batal wudhunya, maka ia harus mundur dari shalat. Setelah itu, dari makmum yang berada di belakang imam tersebut maju ke depan sebagai pengganti imam. Dalam kepemimpinan, jika dalam masa kepemimpinannya si pemimpin merasa tidak sanggup, maka ia harus berani mundur dan menyerahkan kepemimpinan pada orang yang lebih layak.

Dari uraian singkat di atas, dapat kita ketahui bahwa shalat berjamaah mengandung suatu pelajaran dan panduan dalam berorganisasi khususnya dalam kepemimpinan. Mulai dari pemilihan pemimpin sampai pengunduran diri. Dengan memilih pemimpin yang tepat, diharapkan semua masyarakat dapat hidup sejahtera, aman dan damai. Wallahu a'lam bishshawab.

Baca juga artikel ini:
Inilah Rahasia Sholat di Awal Waktu
Bagaimana Agar Khusyu' Ketika Sholat

2 Responses to "Korelasi Shalat Berjamaah dan Kepemimpinan"

  1. banyak sekali latihan kehidupan yang kita dapatkan dari shalat, salah satunya adalah tentang kepemimpinan seperti yang dijelaskan dengan gamblang di atas... terimakasih sudah sharing ilmu dan pemikirannya uztad...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul sekali Mas. Saya kepikiran tentang ini ketika negara kita sedang penuh carut marut masalah kepemimpinan. Saya mencoba menulis, ternyata di Google juga saya dapatkan info lainnya. Sudah banyak yang menulis. Semoga bermanfaat :)

      Delete