Tahun baru Hijriyah Vs Tahun Baru Masehi

Tak terasa tahun baru 2013 tersisa beberapa jam lagi. Ini akhir dari segala peristiwa yang terjadi di akhir tahun 2012. Langkah apa yang akan kita lakukan di tahun 2013? Mari kita renungkan segala apa yang telah kita lakkukan di tahun sebelumnya, agar tahun 2013 menjadi tahun yang lebih baik. Berbicara masalah tahun baru, kali ini kita akan sedikit membahas tentang perbedaan tahun baru hijriyah dan tahun baru masehi, tentu berbeda. Di tahun baru masehi ini, semua orang merayakannya dengan suka cita. Menganggap hari itu begitu wah cettar membahana badai (kata Syahrini), namun lain halnya dengan tahun baru hijriyah. Apakah semua orang tahu kapan pergantian tahun baru hijriyah, khususnya ummat muslim? Jika kita tanya kepada anak SD tanggal hijriyyah, sudah dipastikan mereka tak akan tahu. Sungguh lucu jika dipikirkan, mengaku muslim, tapi kalender tidak tahu menahu kalender hijriyyah. Itulah kelemahan ummat muslim.

Saya pernah membaca tulisan Adnin Armas di Majalah Gontor (maaf, saya lupa edisi ke berapa), ia sedkit membahas tentang kalender hijriyah dan masehi. Kalo kita tahu, ternyata dalam penetapan waktu harian dalam kalender masehi ada kekeliruan, tentunya bagi ummat muslim. Beliau memberi contoh mengenai pelaksanaan shalat isya. Shalat isya itu dilaksanakan pukul 19.00 petang, jika seseorang yg dalam perjalanan atau tertidur sehingga melaksanakan shalat isya pada pukul 02.00 dini hari, apakah sah shalatnya? tentu sah. Sekarang kita merujuk ke kalender masehi, jika demikian, berarti orang itu melaksanakan sholat dalam sehari semalam 6 kali sholat, betul? karena pergantian hari dalam kalender masehi pada pukul 00.00. Nah, lain halnya jika kita merujuk pada kalender hijriyyah, karena kalender hijriyyah permulaan hari diawali pada pukul 06.00 atau ketika shalat maghrib hingga maghrib lagi. 
Tidak salah kok jika kita menyambut kedatangan tahun baru masehi, asal jangan berlebihan. Namun menyambut kedatangan tahun baru hijriyyah juga jauh lebih penting. Paling tidak kita bisa mengingat peristiwa hijrah yang dilaksanakan Rasulullah SAW pencetus perubahan peradaban di muka bumi ini. Tahun hijriyyah pertama kali dibuat ketika masa Khalifah Umar bin Khattab, karena pada masa itu merasa perlu adanya penanggalan islam, akhirnya dinamakan kalender hijriyyah yang dihitung semenjak hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Ini berarti tahun pertama islam adalah tahun ke-14 dari dakwah Rasulullah SAW dan bertepatan dengan tahun 622 M.
Dengan sedikit tulisan ini, semoga ummat islam mulai sadar akan pentingnya mengetahui kalender hijriyyah, dan seharusnya kita hafal bulan-bulan yang ada di dalamnya, jumlah hari dalam sebulan, serta mengetahui tanggal penting dalam kalender hijriyah. 

0 Response to "Tahun baru Hijriyah Vs Tahun Baru Masehi"

Post a Comment