Metodologi Bible dalam Studi Al-Qur’an

0

Buku               : Metodologi Bible dalam Studi Al-Qur’an

Penulis             : Adnin Armas

Penerbit           : Gema Insani Press, jakarta

Cetakan           : Ketiga, 2007

Tebal               : xvi + 176 halaman

Penulis : Hasbi Arijal, M.Ag.

Beberapa tahun terakhir ini ummat Islam banyak “dihadirkan” karya-karya provokativ yang menghujat al-Qur’an. Entah berkenaan dengan keotentikannya, atau masalah-masalah lain yang menghujat wahyu Allah tersebut. Sebut sebagai contoh, buku berjudul menggugat otensitas wahyu Tuhan karangan Akhsin Wijaya. Beberapa pertanyaan muncul terhadap fenomena diatas, apakah itu merupakan kajian ilmia murni? Atau ada motiv lain dibalik itu? Juga, sadarkah penulis buku tersebut akan konsukuensi setelahnya?

Berkenaan dengan fenomena “miris” diatas, setidaknya ummat muslim sedikit beruntung karna telah hadir pula karya dari salah seorang cendikiawan muda muslim untuk membentengi ummat dari “tipu muslihat” buku diatas. Karya ini berjudul metodologi bible dalam studi al-Qur’an. Buku ini sangat bertolak dengan buku diatas serta buku lainnya yang banyak menghujat al-Qur’an. Karya Adnin Armas ini berusaha menelusuri latar belakang dan asal usul kajian al-Qur’an yangdikembangan oleh para pemikir kontemporer seperti Mohammad Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd secara kritis, yang disisi lain pemikiran-pemikiran mereka banyak diapresiasi di negar Indonesia.

Penulis membagi uraian dalam bukunya itu dalam tiga bagian. Bab pertama mengungkap hujatan pemuka-pemuka agama Kristen abad pertengahan terhadap otentisitas al-Qur’an, seperti Peter the Venerable, Ricoldo de Monte Croce dan Martin Luther mengenai Islam dan kitab sucinya. Bab kedua penulis mengupas seluk beluk metodologi yang digunakan dalam kajian Bibel. Disitu dijelaskan bagaimana permasalahan dalam Bibel merupakan faktor utama yang selanjutnya melahirkan metode-metode kritik teks, kritik sumber, kritik karya dan sebagainya. Pada bagian selanjutnya, penulis memfokuskan pembahasan pada studi para orientalis Barat khususnya yang berkaitan dengan al-Qur’an. Pada akhirnya, dibagian akhir buku ini penulis menyoroti kajian orientalis terhadap kosa kata asing dalam al-Qur’an yang menurut penulis kegiatan tersebut tak lain adalah usaha mereka untuk membuktikan bahwa banyak kata dalam al-Qur’an tidak asli bahasa Arab dan terpengaruhi oleh Bibel.

Secara pembahasan dan materi buku ini sangat bagus dan patut dijadikan referensi dalam menolak pemikiran orientalis, walau memang masih terdapat beberapa masalah dalam teknis penulisan.

Buku ini cukup bagus jika tidak dikatakan penting untuk ummat Islam ditengah maraknya karya-karya mengenai studi al-Qur’an yang malah banyak menyesatkan.

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)